Berita

PK IMM Azhar Basyir UIN Surakarta Perkuat Sinergi dengan Keraton Solo

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — PK IMM Azhar Basyir UIN Raden Mas Said Surakarta menjajaki kerja sama dengan Keraton Kasunanan Surakarta untuk memperkuat pengembangan kader muda yang memahami nilai-nilai budaya Jawa dan keislaman.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara organisasi otonom Muhammadiyah di kalangan mahasiswa dengan institusi adat di Kota Solo. Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama jangka panjang di bidang budaya, literasi sejarah, dan pendidikan kader.

Ketua Umum PK IMM Azhar Basyir, Andifa Nurasyam Zuhdi, mengatakan pertemuan itu terkait persiapan Seminar Nasional bertajuk “Budaya Jawa, Identitas Keislaman, dan Wacana DIS”. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog antara kalangan akademik, masyarakat sipil, dan institusi budaya.

“Melalui kegiatan Seminar Nasional ‘Merawat Ingatan Surakarta’, kami berupaya membuka ruang dialog antara akademisi, masyarakat sipil, dan institusi budaya, termasuk Keraton, agar warisan tersebut tidak berhenti sebagai simbol,” ujar Andifa.

Ia menambahkan, Surakarta memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan nilai keislaman yang penting untuk terus dirawat. Menurut dia, Keraton tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menyimpan nilai etika sosial dan kearifan lokal yang relevan bagi generasi muda.

Sinergi Muhammadiyah dan Keraton Solo

Pihak Keraton Kasunanan Surakarta menyambut positif inisiatif tersebut. GKR Wandansari atau Gusti Moeng menilai hubungan Muhammadiyah dan Keraton telah lama terjalin dan memiliki landasan historis yang kuat.

“Hubungan Muhammadiyah dan Keraton sudah terjalin sejak lama, puncaknya pada masa Ketua Umum Din Syamsudin yang membantu Keraton menyelesaikan sengketa masjid di Prambanan, sehingga peluang seperti ini hal yang baik,” ungkap GKR Wandansari.

Kerja sama yang dijajaki mencakup sejumlah bidang, seperti penguatan literasi sejarah, pendidikan budaya, riset kebudayaan, serta pengembangan nilai-nilai keislaman moderat. Agenda tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat peran kader dalam ruang sosial dan budaya.

Pengembangan Kader Berbasis Budaya

Andifa mengatakan pertemuan awal yang berlangsung dua bulan lalu kini mulai menunjukkan arah kerja sama yang lebih konkret. PK IMM Azhar Basyir UIN Surakarta ingin menjadikan kolaborasi ini sebagai wadah pengembangan kader berbasis kultural.

Menurut dia, Surakarta sebagai kota budaya memiliki karakter yang kuat dan dapat menjadi ruang belajar yang strategis bagi kader muda Muhammadiyah. Karena itu, sinergi antara dunia akademik dan institusi tradisional dinilai penting untuk terus dirawat.

“Kerja sama yang dibangun bukan semata untuk nostalgia masa lalu, melainkan untuk menghadirkan nilai-nilai luhur tersebut dalam menjawab tantangan zaman,” katanya.

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi langkah nyata dalam penguatan kader, pelestarian budaya, dan perawatan ingatan kolektif masyarakat Surakarta.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/