Berita

Mengintip Semangat Puluhan Lansia Berburu Bekal Akhirat di Pesantren Lansia Cilacap

PWMJATENG.COM, CILACAP — Sebanyak 34 peserta antusias mengikuti program pesantren lansia Cilacap di Pondok Pesantren Muhammadiyah Yunahar Ilyas, Jalan Laban, Kebonmanis, Cilacap Utara. Kegiatan spiritual yang berlangsung selama dua hari pada Kamis hingga Jumat (20–21/8/2026) ini menarik perhatian warga senior dari berbagai wilayah.

Para peserta tidak hanya datang dari area Kabupaten Cilacap. Sejumlah lansia dari Purwokerto dan Patikraja, Kabupaten Banyumas, turut hadir untuk memperdalam ilmu agama.

Kegiatan Padat Pembina Jiwa

Pengelola Ponpes Yunahar Ilyas sekaligus Ketua Penyelenggara, Aman Munasir, menjelaskan bahwa kegiatan kali ini merupakan angkatan keempat. Selama program berlangsung, seluruh peserta menginap di pondok untuk menjalankan ibadah secara intensif.

“Peserta pesantren lansia Cilacap menginap di pondok. Pada malam hari, mereka mengikuti agenda tadarus, perbaikan bacaan Al-Qur’an (tahsin), salat tahajud, hingga mendengarkan tausiyah,” ujar Aman.

Rangkaian materi yang disampaikan meliputi aqidah, akhlak, ibadah, tazkiyatun nufus, ta’aruf, serta kajian fikih imamah. Selain itu, pengelola memberikan pemahaman tentang persiapan menghadapi kematian agar peserta memiliki bekal amal saleh yang cukup.

Keberlanjutan Program dan Komunitas Digital

Antusiasme peserta yang tinggi mendorong pengelola untuk melanjutkan pembinaan secara rutin. Pihak pondok menggelar kajian mingguan setiap hari Jumat pukul 08.30 hingga 10.30 WIB untuk menjaga kebiasaan ibadah para alumni program.

Guna menjaga konsistensi ibadah di rumah, pengelola memanfaatkan media sosial. Pihak pondok membentuk grup WhatsApp tadarus yang kini beranggotakan 60 lansia dan terbagi menjadi dua kelompok.

“Setiap kelompok mendapat target menyelesaikan satu juz Al-Qur’an dalam sepekan. Saat ini pembacaan Al-Qur’an bersama tersebut sudah memasuki putaran kelima,” kata Aman.

Kesan Peserta dan Harapan Masa Depan

Salah seorang peserta pesantren lansia Cilacap, Sri Muningsih dari Ranting Aisyiyah Sidanegara, mengaku bersyukur bisa berpartisipasi hingga empat kali. Ia merasakan banyak manfaat langsung, terutama dalam perbaikan cara membaca Al-Qur’an.

“Saya bisa memperdalam ilmu agama sekaligus menambah teman. Dulu saya merasa bacaan Al-Qur’an saya sudah benar, tetapi lewat program tahsin ini saya bisa memperbaikinya,” ungkap Sri.

Sri berharap kegiatan pembinaan keagamaan ini terus berlanjut pada masa mendatang. Keberadaan fasilitas masjid dan ruang kelas yang memadai menjadi modal kuat bagi pondok untuk terus merangkul lebih banyak lansia.

Kontributor: Wasis
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/