Farmasi UMS Terapkan Kurikulum OBE, Siapkan Lulusan Tembus Industri Global

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Fakultas Farmasi UMS memperkuat standar pendidikan dengan menerapkan sistem Outcome-Based Education (OBE) secara menyeluruh. Langkah strategis ini memastikan mahasiswa Farmasi UMS tidak hanya menguasai teori akademis, tetapi juga memiliki keahlian adaptif yang relevan dengan kebutuhan industri kefarmasian modern.
Penguatan sistem tersebut dibahas tuntas dalam Workshop Peninjauan dan Implementasi Kurikulum di Fakultas Farmasi UMS, Kamis (13/8/2026). Melalui evaluasi berkala ini, pihak kampus menjamin pengalaman belajar mahasiswa tetap selaras dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dekan Fakultas Farmasi UMS, Prof. apt. Erindyah Retno Wikantyasning, Ph.D., menegaskan komitmen perombakan kurikulum tersebut pada Sabtu (22/8/2026). “Bagi calon mahasiswa, penguatan ini membuktikan bahwa proses pendidikan di Farmasi UMS berjalan terstruktur, aplikatif, dan fokus pada kompetensi dunia kerja,” ujar Prof. Erindyah.
Ia menambahkan, peninjauan pendidikan farmasi ini menjadi bagian utama dari siklus penjaminan mutu kampus. Evaluasi ini rutin digelar agar seluruh lulusan Farmasi UMS siap merespons dinamika masyarakat serta tantangan profesi di masa depan.
Pakar pendidikan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr.rer.nat. Triana Hertiani, S.Si., M.Si., Apt., hadir langsung sebagai narasumber utama. Triana memaparkan skema Kurikulum OBE yang menghubungkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), aktivitas kelas, dan sistem asesmen. Pendekatan ini merancang setiap mata kuliah sebagai perjalanan belajar berjenjang, mulai dari tahap pengenalan (introduce), penguatan (reinforce), hingga penguasaan (master).
Integrasi Pembelajaran Abad 21 dan Riset Industri
Selain Kurikulum OBE, peserta workshop mengevaluasi kualitas pembelajaran menggunakan standar 21st Century Learning Design (21CLD). Pendekatan inovatif ini mengasah kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, pemecahan masalah, dan penguasaan teknologi digital para mahasiswa.
Sistem penilaian juga mendapat penyempurnaan dengan mengintegrasikan hasil riset dosen dan pengabdian masyarakat. Langkah terpadu ini membuka peluang luas bagi mahasiswa Farmasi UMS untuk memecahkan kasus nyata di lapangan sekaligus meningkatkan prospek kerja farmasi di tingkat internasional.
Melalui pembaruan berkelanjutan ini, Farmasi UMS mengukuhkan posisi sebagai lembaga pendidikan farmasi yang responsif, terintegrasi, dan berorientasi masa depan. Kampus siap mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing tinggi di kancah profesional.
Kontributor: Yusuf
Editor: Akmal



