Pesan Ekologi KH Tafsir di Rojolele Reborn: Rawat Hijaunya Bumi lewat Pertanian Berkelanjutan
PWMJATENG.COM, KLATEN — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem bumi melalui praktik pertanian berkelanjutan saat meresmikan peluncuran gerakan Rojolele Reborn di Klaten, Kamis (20/8).
Muhammadiyah tidak sekadar menanam padi untuk memenuhi lumbung pangan nasional. Organisasi Islam ini juga mengusung misi besar menjaga ekologi melalui praktik pertanian berkelanjutan. Penanaman varietas Rojolele-104 menjadi langkah nyata merawat keseimbangan alam secara jangka panjang.
“Dunia itu hijau, maka kita jaga hijau bumi,” ujar Tafsir. Ia menganalogikan hijaunya alam ini dengan keindahan surga yang lestari.
Visi menghijaukan bumi tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen semata. Tafsir memaparkan bahwa konsistensi dalam penghijauan lingkungan ini membawa makna spiritual dan kesejahteraan batin bagi para petani yang merawatnya.
“Petani selamanya bahagia melihat hijaunya dunia dengan tumbuh-tumbuhan yang berwarna hijau. Itu sudah bahagia tersendiri, maka namanya falah,” ungkap Tafsir.
Filosofi falah (kebahagiaan) ini menegaskan bahwa menjaga ekosistem alami secara berkelanjutan adalah fondasi utama bagi kelangsungan hidup dan ketenteraman masyarakat agraris.

Kolaborasi Strategis dan Kedaulatan Pangan
Upaya menghijaukan lahan pertanian Klaten tentu tidak berjalan sendirian. Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus menggandeng berbagai pihak untuk memperluas jangkauan program pelestarian ini.
Kerja sama Danone Indonesia dan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) sukses mewujudkan gerakan kebangkitan Rojolele tersebut. Sinergi lintas sektor ini langsung menggarap tiga lahan percontohan awal dengan total luas mencapai 16.500 meter persegi.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menegaskan agenda penanaman raya ini membawa visi kemandirian bagi bangsa.
“Momentum hari ini sekaligus membangun kemerdekaan dan kedaulatan pangan Indonesia,” tegas Yamin.
Editor: Al-Afasy



