Berita

Perpendek Masa Pengeringan Jamur Kuping, Dosen UMS Terapkan Teknologi Tepat Guna di Polokarto

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Tim dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses merevolusi proses pengeringan jamur kuping di Desa Polokarto, Sukoharjo. Langkah pengabdian masyarakat ini menghadirkan teknologi tepat guna berupa mesin oven pengering 10 rak untuk kelompok tani Lembah Spora.

Kehadiran inovasi ini memangkas waktu pengeringan jamur kuping secara dramatis. Jika sebelumnya petani membutuhkan waktu hingga dua hari, kini proses pengeringan tuntas hanya dalam waktu 4 hingga 5 jam pada suhu 110°C.

Penerapan Oven Pengering Modern di Polokarto

Ketua tim pengabdian UMS, Dessy Ade Pratiwi, S.T., M.T., menegaskan komitmen akademisi dalam mempercepat efisiensi produksi warga desa. Program yang didanai hibah Kemdiktisaintek ini memberikan solusi nyata atas kendala cuaca saat proses pengeringan jamur kuping.

“Melalui hibah Kemdiktisaintek, kami menghadirkan inovasi yang bisa langsung diterapkan oleh masyarakat desa. Kami memberikan mesin oven pengering sekaligus pelatihan pemasaran digital,” ujar Sekprodi Teknik Mesin UMS tersebut, Sabtu (15/8/2026).

Selain mempercepat proses pengeringan jamur kuping, penggunaan mesin oven ini menghasilkan produk yang jauh lebih higienis dan berkualitas konsisten. Kegiatan implementasi teknologi tepat guna UMS ini telah berlangsung intensif sejak Mei hingga Juli 2026.

Pelatihan Digitalisasi dan Pembukuan Usaha

Tidak berhenti pada pembenahan teknologi produksi, tim UMS juga memberikan pendampingan pemasaran digital secara menyeluruh. Sebanyak 15 anggota kelompok tani Lembah Spora yang mayoritas ibu rumah tangga dibekali keterampilan pembukuan sederhana hingga tata kelola toko online.

Pelatihan ini mencakup pula pemanfaatan iklan digital untuk memperluas jangkauan pasar jamur kering. Langkah strategis tersebut dirancang agar UMKM jamur kuping Sukoharjo ini sanggup bersaing di pasar nasional.

Peningkatan Efisiensi dan Kemandirian Petani

Ketua kelompok Lembah Spora, Endang Susilowati, menyambut gembira efisiensi pengeringan jamur kuping yang kini mereka rasakan. Bantuan oven pengering jamur membuat kapasitas produksi kelompoknya tetap stabil meski musim hujan tiba.

“Sekarang kami bisa melakukan pengeringan jamur kuping secara mandiri tanpa khawatir cuaca buruk. Pengemasan dan pemasaran hasil panen pun jadi lebih tertata,” kata Endang penuh optimisme.

Dessy menambahkan bahwa model pengabdian ini bertujuan membangun kemandirian ekonomi dari tingkat akar rumput. Tim UMS berharap skema efisiensi pengeringan jamur kuping ini dapat direplikasi oleh kelompok pembudidaya jamur di daerah lainnya.

Kontributor: Fika
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/