Marching Band MB Djuanda Pekalongan: Berawal dari Halaman Masjid, Pemuda Karangdadap Kini Tembus Karesidenan
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN — Puluhan pemuda Desa Pangkah merawat seni musik di halaman tempat ibadah. Selain itu, mereka bergabung dalam Marching Band MB Djuanda Pekalongan untuk mengukir prestasi daerah.
Oleh karena itu, fungsi masjid kini bertransformasi menjadi lebih luas. Hasilnya, pengurus masjid dan pemuda setempat sukses memanfaatkan area ini sebagai pusat peradaban dan kegiatan positif.
Wadah Pemuda Pekalongan Berkreasi
Direktur Marching Band MB Djuanda Pekalongan, Syifa’ Ma’ruf, menekankan pentingnya pembinaan anak muda sejak dini. Oleh sebab itu, pihaknya sengaja merangkul energi positif para remaja melalui seni drumband.
“Kami mengarahkan potensi seni anak muda supaya masa depan mereka terarah. Dengan demikian, masjid harus menjadi pusat peradaban dan tempat pengelolaan generasi,” ujar Syifa’ Ma’ruf saat menjelaskan visi komunitas tersebut.
Selanjutnya, ia menambahkan bahwa pembinaan generasi islami dapat bermula dari komunitas hobi. Sebab, halaman tempat ibadah ini terbukti mampu melahirkan calon pembuat perubahan di masyarakat.
Empat Tahun Menorehkan Prestasi
Saat ini, grup Marching Band MB Djuanda Pekalongan telah menginjak usia 4 tahun berkarya. Bahkan, antusiasme remaja sekitar terus meningkat seiring bertambahnya anggota baru dari berbagai desa.
Untuk itu, para anggota rutin menggelar latihan musik setiap malam di area masjid. Akibatnya, gema tabuhan drumband sukses memikat perhatian warga dan menghidupkan suasana sekitar.
Pada akhirnya, kiprah Marching Band MB Djuanda Pekalongan berkembang makin pesat. Bahkan, penampilan mereka kini sibuk memenuhi undangan pentas hingga tingkat Karesidenan Pekalongan.
Kontributor: Bono
Editor: Akmal



