Perkuat Sinergi, PWNA Jawa Tengah dan Gubernur Ahmad Luthfi Bahas Kolaborasi Lingkungan Hidup

PWMJATENG.COM, SEMARANG — Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah melakukan audiensi strategis dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Rabu (11/2). Pertemuan ini menjadi momentum penguatan komunikasi sekaligus penjajakan kolaborasi dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah, khususnya di bidang kepemudaan dan lingkungan hidup.
Abdul Afif Amrulloh membuka pertemuan tersebut dengan menyampaikan apresiasi atas capaian pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menjelaskan bahwa silaturahim tersebut dimaksudkan sebagai langkah awal untuk mempererat komunikasi dan membangun sinergi antara organisasi kepemudaan perempuan dengan pemerintah daerah.
“Pertemuan ini kami maksudkan sebagai ruang silaturahim sekaligus pengantar untuk menyampaikan komitmen PWNA Jawa Tengah dalam mendukung program-program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kami berharap terbangun kolaborasi yang sejalan dengan agenda Prioritas pembangunan daerah provinsi Jawa Tengah, khususnya dalam isu kepemudaan, keberlanjutan lingkungan hidup, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Afif.
Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia, menyatakan komitmen organisasinya untuk menyelaraskan program kerja dengan visi dan misi Gubernur Jateng. “Kami ingin membangun sinergi yang konkret. PWNA siap berkolaborasi dalam program-program prioritas yang menyentuh isu perempuan, pemuda, hingga pelestarian lingkungan,” tegas Monica.
Salah satu poin utama yang dipaparkan adalah program unggulan bertajuk “Ibu Jaga Bumi”. Program ini berfokus pada edukasi dan aksi nyata pengurangan sampah rumah tangga serta penguatan peran perempuan dalam menjaga ekosistem. PWNA mendorong kader dan masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah serta meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut hangat inisiatif tersebut. Menurutnya, persoalan sampah memerlukan gerakan kolektif agar program pemerintah seperti Indonesia Asri dan Mageri Segoro dapat berjalan optimal.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan organisasi masyarakat, khususnya perempuan dan pemuda, sangat menentukan keberhasilan pengelolaan lingkungan. Kita harus membangun kesadaran kolektif untuk menjaga Jawa Tengah tetap asri,” tutur Ahmad Luthfi.
Audiensi ini juga dihadiri oleh Plt. Kepala Kesbangpol Jateng, Pradana, serta perwakilan Biro Kesra, Woro. Pihak pemerintah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunikasi lanjutan agar rencana kolaborasi ini dapat diimplementasikan secara teknis dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan kesepahaman bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan di Jawa Tengah.
Kontributor: M. Fatahillah | Humas
Editor: Al-Afasy



