Berita

Sentuh Angka Ratusan Warga, Intip Uniknya Tradisi Pengajian Ahad Pagi Kartasura di Brontowiryan

PWMJATENG.COM, KARTASURA – Ratusan warga Dukuh Brontowiryan, Desa Ngabeyan, memadati Masjid As-Sujud untuk mengikuti kegiatan ibadah subuh massal pada Minggu (17/5). Menariknya, kegiatan spiritual ini tidak hanya berisi salat dan zikir semata. Masyarakat setempat merangkai agenda tersebut dengan program Pengajian Ahad Pagi Kartasura yang berpadu aksi sosial pembagian beras gratis.

Sekitar 300 jamaah dari berbagai kelompok usia tampak hadir memenuhi ruang utama masjid sejak dini hari. Suasana ibadah terasa semakin syahdu berkat kehadiran para santri penghafal Quran dari PPTQM Al-Firdaus. Selepas menunaikan salat subuh, para jamaah langsung bersiap menyimak siraman rohani dari tokoh Muhammadiyah setempat.

Introspeksi Iman Melalui Mimbar Subuh

Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kartasura, Ustaz Drs. Abdul Fatah Bintoro, M.Pd., hadir langsung sebagai pembicara utama. Pada kesempatan tersebut, ia mengusung tema penting mengenai esensi kurban dan introspeksi diri bagi seorang muslim. Ustaz Abdul Fatah juga mengutip hadis riwayat Anas bin Malik tentang besarnya balasan yang sebanding dengan beratnya ujian hidup.

“Allah Ta’ala menguji suatu kaum karena mencintai mereka, maka barang siapa yang rida akan mendapat keridaan-Nya,” tutur sang ustaz dengan lugas.

Selanjutnya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa mengevaluasi kualitas iman melalui ujian hidup harian. Selain itu, beliau juga mengupas keutamaan salat tahajud berdasarkan Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 79. Melalui kisah inspiratif orang tua yang istikamah bertahajud, ia mengingatkan pentingnya doa keselamatan dunia dan akhirat untuk keluarga.

Konsistensi Berbagi Beras Selama Delapan Tahun

Setelah ceramah selesai, panitia segera membagikan bantuan pangan berupa beras seberat 10 kg per paket. Pihak pengurus masjid mengalokasikan dana Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) kelolaan jamaah untuk membiayai aksi kemanusiaan ini. Langkah strategis tersebut bertujuan untuk meringankan beban ekonomi sekaligus menarik masyarakat agar lebih dekat dengan masjid.

Menariknya, program bantuan rutin setiap 4-5 bulan ini ternyata sudah berjalan secara konsisten selama lebih dari 8 tahun. Sosok Drs. Sutrisno, M.Pd., atau yang akrab oleh warga dengan sapaan Mbah Tris, merupakan tokoh utama yang menginisiasi gerakan sosial ini. Warga sangat mengapresiasi ketulusan para donatur yang konsisten menjaga keberlangsungan program kemanfaatan umat tersebut.

Sinergi Filantropi Bersama Pondok Pesantren

Terlebih lagi, momentum Pengajian Ahad Pagi Kartasura ini juga menjadi wadah donasi bagi lembaga pendidikan Islam setempat. Setiap menghadiri kajian, para jamaah secara sukarela membawa kaleng Ziswaf khusus milik PPTQM Al-Firdaus Ngabeyan. Panitia mencatat perolehan infak dari kaleng tersebut rata-rata menyentuh angka satu hingga dua juta rupiah pada setiap pertemuan.

Melalui sinergi filantropi ini, warga Brontowiryan secara tidak langsung ikut menyokong operasional pendidikan para santri penghafal Quran. Akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan pun ditutup dengan pembacaan doa bersama secara khusyuk. Seluruh jamaah berharap wilayah Brontowiryan selalu mendapat limpahan keberkahan, kesejahteraan jasmani rohani, serta rida dari Allah Ta’ala.

Kontributor: Aji Abdullah
Editor: ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://akperstg.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/