Berita

Tembus Rp9 Miliar, Alasan Daging Kurban Muhammadiyah Jateng Justru Dikirim ke Bali

PWMJATENG.COM,  SEMARANG – Sebanyak 380 ekor sapi dari dana kurban Muhammadiyah Jateng 2026 tidak semuanya berakhir di meja jagal masjid lokal hari ini. Pimpinan wilayah rupanya mengeksekusi dana lebih dari Rp9 miliar tersebut ke sebuah pabrik di Pulau Dewata demi menciptakan produk rendang kaleng yang pantang basi.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir. M.Ag. memimpin langsung manuver penyaluran hewan kurban ini.  Ia menekankan inovasi daging kaleng Rendangmu dari Lazismu Jateng ini merupakan wujud nyata tajdid atau pembaruan. Langkah strategis ini menjamin masyarakat pelosok mendapatkan asupan protein yang layak.

“Ini tentu bagian dari tajdid Muhammadiyah. Tahun ini Alhamdulillah targetnya 9 miliar lebih dan sudah tercapai,” ujar KH Tafsir,M.Ag. usai bertindak sebagai Imam dan khatib salat Iduladha di halaman Masjid Ukhuwah Islamiyah, Banyumanik, Semarang Rabu (27/5/2026).

Panitia mengambil keputusan menggandeng pihak ketiga di Denpasar karena fasilitas sterilisasi serupa belum tersedia di wilayah Jawa Tengah. Mesin pabrik berteknologi tinggi di Bali mampu mengunci kualitas daging agar tetap aman tanpa bahan pengawet berbahaya.

Menembus Daerah Tertinggal dan Bencana

Distribusi pengolahan kurban Muhammadiyah ini membidik sasaran yang jauh melampaui batas geografis provinsi. Produk inovatif tersebut akan mengalir deras menuju wilayah terdepan, terbelakang, dan tertinggal (3T) di penjuru Nusantara.

“Daging kurban yang kita kalengkan inilah yang tidak sekadar untuk penanganan bencana alam di dalam negeri, tapi juga di luar negeri,” tambah KH Tafsir menegaskan fungsi ganda program tersebut.

Dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo itu merinci inovasi Rendangmu Denpasar yang berhasil mendongkrak ketahanan pangan secara drastis. Daging sapi tidak lagi habis seketika pada hari H perayaan. Hasil sembelihan justru berubah wujud menjadi peluru logistik yang siaga menghadapi masa krisis hingga dua tahun lamanya.

Filosofi Eksekusi Keputusan Nabi Ibrahim

Keberanian Mihammadiyah merombak metode konvensional ini sejatinya berakar dari nilai spiritualitas khutbah sang kyai. KH Tafsir merujuk pada keteladanan Nabi Ibrahim AS yang selalu menempuh tiga tahapan krusial sebelum menjalankan perintah Tuhan.

Fase tersebut meliputi Tarwiyah (memikirkan), Arafah (meyakini), dan Nahar (mengeksekusi). Muhammadiyah mengadopsi prinsip ini secara utuh saat mengelola dana umat bernilai miliaran rupiah.

“Sesuatu sebelum kita eksekusi harus kita mulai tahapan Tarwiyah dan Arafah. Memikirkan sampai betul-betul tahap maksimal, baru tahap berikutnya adalah Arafah, yakni meyakini,” tegas KH Tafsir di hadapan ratusan jemaah yang memadati area lapangan.

Oleh karena itu, transformasi kurban Muhammadiyah Jateng 2026 ini membuktikan kelasnya. Mereka sukses memadukan kemurnian tauhid dengan solusi kemanusiaan modern yang berdampak nyata bagi bangsa.

Kontributor: Adib Abyan
Editor: Agung S Bakti

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://akperstg.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/