Cegah Abrasi, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Galakkan Pelestarian Ekosistem Mangrove di Pantai Baros
PWMJATENG.COM, YOGYAKARTA – Ancaman abrasi di Pantai Baros, Kabupaten Bantul, menuntut perhatian serius dari berbagai pihak. Mahasiswa UNISA Yogyakarta akhirnya turun tangan memberikan solusi nyata melalui program pelestarian ekosistem mangrove yang kini sedang menjadi sorotan warga pesisir.
Tim mahasiswa dari program studi terkait menanam 1.500 bibit pohon di sepanjang muara Sungai Opak pada Sabtu (20/6/2026). Inisiatif ini bertujuan memperkuat garis pantai yang terus tergerus gelombang tinggi Samudra Hindia selama beberapa tahun terakhir.
Peran Strategis UNISA dalam Pemulihan Lingkungan
Keterlibatan mahasiswa UNISA Yogyakarta dalam aksi ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat. Mereka menjalankan Project Fikih Hijau yang memadukan nilai religiusitas dengan tanggung jawab menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.
Dosen pendamping, Dr. M. Nurdin Zuhdi, M.S.I., menjelaskan bahwa kolaborasi ini mampu mengisi kekosongan sumber daya yang selama ini dihadapi oleh Kelompok Pengelola dan Nelayan Pantai Baros (KP2B). Mahasiswa hadir sebagai penggerak utama yang memastikan setiap bibit tertanam dengan standar perawatan yang tepat.
Membangun Benteng Alami bagi Warga Pesisir
Keberhasilan program pelestarian ekosistem mangrove ini memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan lingkungan jangka panjang. Hutan mangrove nantinya berfungsi sebagai benteng alami penahan abrasi serta pelindung sumur warga dari bahaya intrusi air laut.
Selain itu, pemulihan kawasan payau ini akan mengembalikan fungsi habitat bagi fauna pesisir seperti ikan dan udang. Manfaat tersebut secara langsung membantu nelayan dalam menjaga produktivitas tangkapan serta menopang ekonomi masyarakat lokal di masa depan.
Mahasiswa UNISA Yogyakarta berkomitmen untuk terus mengawal pertumbuhan tanaman ini agar manfaatnya dirasakan oleh generasi berikutnya. Langkah konkret ini membuktikan bahwa dedikasi mahasiswa mampu membawa perubahan nyata bagi lingkungan pesisir di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Editor: Alafasy



