UMS Bekali Pemuda Karang Taruna Jajar Keterampilan Las Listrik
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar pelatihan las listrik UMS untuk pemuda Karang Taruna RW VIII Kampung Kraton Ulo, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan mencetak keterampilan vokasional sekaligus membuka peluang usaha pengelasan bagi pemuda setempat.
Rangkaian kegiatan mencakup enam kali pertemuan intensif, meliputi sesi teori hingga praktik lapangan. Tim pengabdian menggelar pelatihan las listrik pada 18–20 Juli 2026, lalu melanjutkannya dengan pelatihan las karbit pada 24–25 Juli dan 2 Agustus 2026.
Ketua Tim Pengabdian UMS, Ir. Arinda Soraya Putri, S.T., M.T., menegaskan pentingnya pembentukan budaya kerja yang produktif. Menurutnya, pemuda perlu menguasai keahlian teknis agar siap bersaing di pasar kerja maupun merintis usaha mandiri.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi pemuda Karang Taruna untuk mengembangkan keterampilan vokasional. Pemuda dapat memanfaatkan keahlian ini dalam dunia kerja maupun sebagai peluang usaha di lingkungan sekitar,” ujar Arinda, Kamis (13/8/2026).
Dukungan Hibah Kemdiktisaintek 2026
Arinda menjelaskan bahwa kegiatan ini mendapatkan pendanaan dari program hibah Kemdiktisaintek 2026. Skema Pengabdian kepada Masyarakat oleh DPPM Kemdiktisaintek tersebut mengusung tema alih teknologi berbasis aset komunitas untuk keberlanjutan.
Pada sesi awal, Arinda membekali para peserta dengan pemahaman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ia menekankan prosedur kerja aman, penggunaan alat pelindung diri, serta identifikasi potensi bahaya pengelasan sebelum peserta memegang peralatan.
Selanjutnya, praktisi senior Hammam Effendy memandu sesi praktik pengelasan. Pemilik bengkel las berpengalaman tersebut mengajarkan prinsip kerja las listrik, pengenalan alat, hingga teknik dasar pemotongan material menggunakan gerinda.
“Pendekatan learning by doing membuat peserta lebih cepat memahami teknik penyambungan logam. Praktik langsung ini memperkuat rasa percaya diri pemuda saat mengoperasikan mesin pengelasan,” tambah Arinda.
Cetak Produk Bernilai Guna dan Hibah Alat
Guna memperkaya kompetensi, tim UMS juga menghadirkan Suroyo, praktisi las karbit (oxy-acetylene) yang aktif sejak 1986. Suroyo membimbing pemuda Karang Taruna Jajar menguasai dua teknologi pengelasan sekaligus.
Hasilnya, peserta sukses membuat berbagai produk praktis seperti rak jemuran, gawang futsal kecil, hingga tempat sampah terpilah tiga jenis (organik, anorganik, dan B3). Produk-produk tersebut membuktikan efektivitas pelatihan las listrik UMS dalam melahirkan karya bernilai guna.
Selain memberikan bimbingan teknis, tim pengabdian UMS menyerahkan bantuan set peralatan pengelasan sebagai aset bersama Karang Taruna. Dukungan alat ini memastikan pemuda Jajar dapat terus mengembangkan keterampilan vokasional dan merintis usaha secara mandiri.
“Produk karya pemuda ini menjadi bukti nyata bahwa transfer teknologi dapat langsung menghasilkan barang yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Arinda.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



