Berita

UMS Kukuhkan 44 Ners Baru, Rektor: Lulusan Siap Bersaing di Kancah Global

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mencetak tenaga kesehatan profesional melalui Upacara Sumpah Profesi Ners Angkatan 30. Sebanyak 44 Ners baru UMS mengikuti prosesi khidmat di Hotel Mercure Solo pada Rabu (13/5).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS tahun 2026. Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., hadir langsung untuk memberikan selamat kepada para perawat profesional tersebut.

Prestasi Akademik Membanggakan dan Kelulusan UKOM

Ketua Program Studi Profesi Ners FIK UMS, Kartinah, M.P.H, melaporkan capaian akademik yang sangat luar biasa. Sebanyak 96 persen mahasiswa berhasil lulus Uji Kompetensi (UKOM) nasional baik metode CBT maupun OSCE.

Selain itu, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan Angkatan 30 ini mencapai angka 3,79. Bahkan, terdapat mahasiswa yang berhasil meraih IPK sempurna yaitu 4,00 dalam menempuh 36 SKS praktik klinik.

Hingga saat ini, total alumni Program Profesi Ners FIK UMS telah menembus angka 1.804 orang. Capaian ini menunjukkan kepercayaan besar masyarakat terhadap kualitas pendidikan kesehatan di lingkungan UMS.

Kesiapan Karier di Pasar Kerja Internasional

Rektor UMS menegaskan bahwa profesi perawat merupakan jalan pengabdian sekaligus ibadah yang bernilai transendental. Beliau juga memaparkan penguatan jejaring internasional UMS yang mencakup Rusia, Uzbekistan, hingga Selandia Baru.

Oleh karena itu, Ners baru UMS memiliki peluang besar untuk mengembangkan karier di luar negeri. Negara mitra seperti Jepang, Taiwan, hingga Hongkong kini menjadi target penempatan kerja bagi para alumni profesional ini.

Rektor juga menitipkan pesan “4B” sebagai bekal utama, yaitu Berbakti, Be Champion, Be Different, dan Be Pelopor. Beliau ingin para lulusan menjadi pelopor perubahan yang mengedepankan etika di manapun mereka bertugas.

Komitmen Profesi dan Semangat Hari Perawat Internasional

Perwakilan PPNI Jawa Tengah, Dr. Arwani, mengingatkan bahwa sumpah profesi adalah momentum penguatan komitmen. Beliau menghubungkan semangat ini dengan tema Hari Perawat Internasional mengenai pemberdayaan perawat untuk menyelamatkan nyawa.

Arwani memperkenalkan akronim “BISA” (Bismillah, Ikhlas, Sabar, Alhamdulillah) sebagai prinsip kerja. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga adab dan etika di atas ilmu pengetahuan saat melayani pasien di lapangan.

Perwakilan mahasiswa, Heningdyah Sekar Trifa, menggambarkan perjuangan panjang mereka selama menjalani praktik di rumah sakit. Akhirnya, para lulusan berharap dapat membawa nama baik almamater UMS di tingkat nasional maupun internasional.

Kontributor: Fika
Editor: Ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/