Resepsi Milad ke-18 SD Muhammadiyah PK Banyudono, Dr. Yopie Bahas Makna Lebaran

PWMJATENG.COM, BOYOLALI — SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar resepsi Milad ke-18 yang dirangkai dengan halalbihalal pada Sabtu, 11 April 2026, di halaman sekolah. Kegiatan ini dihadiri jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banyudono, tokoh masyarakat, wali murid, serta keluarga besar sekolah.
Ketua panitia, Kresna Setyawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan 18 tahun SD Muhammadiyah PK Banyudono dalam dunia pendidikan. Ia berharap momentum milad ini semakin memperkuat sinergi seluruh elemen sekolah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar halalbihalal oleh Danang Eko yang mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Milad dan Halalbihalal Perkuat Ukhuwah
Ketua PCM Banyudono, Danto Krissuwarno, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan serta terus meningkatkan kualitas amal usaha Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan. Ia juga mengapresiasi perkembangan SD Muhammadiyah PK Banyudono yang dinilai semakin maju dan diminati masyarakat.
Sementara itu, sambutan Kepala Sekolah Pujiono, S.Si., M.M., yang sedang mendapat tugas dari PWM Jawa Tengah, dibacakan oleh Iin Marlinda. Dalam sambutan tersebut disampaikan rasa syukur atas perjalanan 18 tahun sekolah yang penuh dinamika dan perjuangan.
Kepala sekolah juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, menguatkan karakter Islami peserta didik, serta mengembangkan inovasi pembelajaran. Momentum halalbihalal diharapkan menjadi sarana mempererat ukhuwah dan sinergi seluruh warga sekolah.
Suasana semakin semarak dengan pembacaan pantun milad yang menggambarkan semangat pengabdian dan prestasi sekolah.
Dr. Yopie Jelaskan Filosofi 4L
Acara inti diisi tausiyah oleh Dr. Yopie Ibrahim, Wakil Ketua PDM Boyolali. Dalam ceramahnya, ia mengupas makna halalbihalal melalui filosofi “4L”.
Menurut dia, Lebaran berarti kembali kepada fitrah kesucian. Leburan dimaknai sebagai melebur dosa dan kesalahan melalui saling memaafkan. Luberan menggambarkan melimpahnya kebaikan dan keberkahan. Adapun Laburan berarti menghiasi diri dengan akhlak mulia.
Penjelasan tersebut menjadi pengingat bahwa Idulfitri bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum pembenahan diri dan penguatan hubungan antarsesama.
Pesan Parenting untuk Wali Murid
Selain menjelaskan makna Lebaran, Dr. Yopie juga memberikan pesan penting tentang pendidikan anak di era modern. Ia mengingatkan orang tua agar tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik dari sisi iman, fisik, maupun ekonomi.
“Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah iman, lemah fisik, dan lemah ekonomi. Maka pendidikan yang tepat adalah kunci,” pesannya.
Ia juga menyampaikan beberapa hal penting dalam mendidik anak, antara lain mengurangi bentakan, memperbanyak pelukan sebagai bentuk kasih sayang, mematikan televisi saat berkomunikasi, tidak segan meminta maaf kepada anak ketika orang tua salah, serta mengontrol penggunaan telepon genggam pada anak.
Pesan-pesan tersebut disambut antusias para wali murid sebagai bekal dalam menghadapi tantangan pengasuhan di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kehangatan melalui saling bersalaman antarguru, warga sekolah, dan wali murid. Momen ini menandai semangat kebersamaan dan persaudaraan yang semakin kuat.
Dengan mengusung semangat “Sekolahnya Calon Pemimpin Bangsa”, Milad ke-18 ini menjadi momentum penting bagi SD Muhammadiyah PK Banyudono untuk terus melangkah maju dalam mencetak generasi yang saleh, cerdas, kreatif, dan mandiri.
Editor: Al-Afasy



