MGMP ISMUBA Magelang Adakan Workshop Penyusunan Soal Dan Kisi-Kisi

0
855
workshop kisi-kisi
Pembukaan Workshop Ismuba penyusunan soal dan kisi-kisi pada mata pelajaran Ismuba

PWMJATENG.COM, Mungkid – Mendekati Akhir Semester Gasal Tahun Pelajaran 2018/2019, MGMP Ismuba (Musyawarah Guru Mata Pelajaran Al Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab) Kabupaten Magelang, mengadakan Workshop penulisan soal dan kisi-kisi Al Islam Kemuhammadiyahan dan bahasa arab (Ismuba) beretempat di UPT Benih Pertanian Srowol Mungkid Kabupaten Magelang.

Acara workshop berlangsung dari Jum’at-Sabtu (2-3/11/2018). Adapun peserta yang mengikuti workshop tersebut berjumlah 42 orang yang berasal dari SMK dan SMA Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Magelang.

Workshop diawali dengan pembukaan, hadir pada kesempatan tersebut Kepala seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi Pais) Kabupaten Magelang Drs. H. Fatkhurrahman, M.Pd menyatakan “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap hasil dari penyusunan soal Ismuba berbasis komputer/online ini dapat meningkatkan mutu sekolah dan madrasah di lingkungan Muhammadiyah serta Kabupaten Magelang pada umumnya,” terangnya dihadapan para peserta workshop.

Fatkhurrahman menambahkan adanya workshop ini menjadi bukti konkrit langkah inovatif sekolah-sekolah Muhammadiyah, khususnya SMK dan SMA yang ada di Kabupaten Magelang.

Turut hadir dalam pembukaan workshop Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Magelang H. Tohirin, S.Ag, M.Ag dalam sambutannya Tohirin menegaskan bahwa  tentang visi pendidikan Muhammadiyah yang Holistik – Integratif dan berbasis Al Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Maksud dari holistik yaitu mengembangkan potensi akal, hati dan ketrampilan secara seimbang. Sedangkan Integratif adalah penggabungan materi umum dan agama menjadi satu kesatuan dalam kurikulum dengan harapan agar siswa/i nya cerdas secara akademik juga bertaqwa dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sambutan, Tohirin berpesan kepada peserta workshop “Penyusunan soal harus menjadi alat evaluasi yang akuntabel yaitu sebagai bahan pertanggungjawaban bagi pihak yang berkepentingan antara lain orang tua wali murid, sekolah dan masyarakat secara umum,”pungkasnya. (noer)