Menguatkan Iman di 10 hari Bulan Ramadan: Saatnya Level Up!

Menguatkan Iman di 10 hari Bulan Ramadan: Saatnya Level Up!
Oleh : Dimas Sanjaya (Anggota Majelis dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Blimbing)
PWMJATENG.COM – Bulan Ramadan akan meninggalkan kita sebentar lagi dan mari di bulan bukan sekadar bulan puasa dan santai-santai. Justru ini bulan di mana kita bisa upgrade iman dan membangun kebiasaan baik! Sejarah sudah buktiin, banyak peristiwa besar terjadi di bulan ini—dari Perang Badar, Fathu Makkah, sampai penaklukan Andalusia. Jadi, Ramadan bukan waktunya malas-malasan, tapi momen buat gaspol menuju kebaikan. Gimana caranya?
1. Naikin Kualitas Puasa
Puasa bukan cuma nahan lapar, tapi juga tentang iman. Rasulullah ﷺ bersabda
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi, jangan cuma tahan haus, tapi juga tahan diri dari hal-hal negatif biar puasanya makin bermakna!
2. Konsisten Qiyamullail
Bukan cuma puasa, malam-malam Ramadan juga punya vibe spesial. Bangun buat shalat malam? Berat sih, tapi worth it banget! Para ulama zaman dulu rela begadang demi ibadah.
Al Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
اعلَمْ أنَّ المؤمنَ يجتَمعُ له في شَهر رمضَان جهادَان لنَفْسِه :
– جهادٌ بالنَّهار على الصِّيام ،
– وجهادٌ باللَّيل على القِيام ،
– فمَن جمعَ بينَ هذَيْن الجهادَيْن ، ووَفَّى بحُقُوقهما ، وصَبَر عليهما ، وفَّى أجرَه بغَير حسَابٍ .
“Ketahuilah, sesungguhnya bagi orang yang beriman terdapat dua jihad melawan dirinya sendiri selama Bulan Ramadan:
– Jihad di siang hari dengan berpuasa
– Jihad di malam hari dengan menegakkan shalat malam
Barangsiapa yang bisa mengumpulkan kedua jihad tersebut, melaksanakannya dengan benar, senantiasa bersabar dalam menunaikannya, maka layak baginya mendapat balasan yang tidak terbatas” (Lathaaiful Ma’aarif).
Kalau kita bisa rebahan sambil scroll TikTok sampai subuh, harusnya bisa dong luangin waktu buat qiyamullail dimallam hari?
3. Deket Sama Al-Qur’an
Ramadan adalah bulan Al-Qur’an! Para ulama zaman dulu punya target khatam berkali-kali dalam sebulan. Kita bisa mulai dari yang kecil, misalnya baca 1-2 halaman setiap habis shalat. Siapa tahu, dari kebiasaan kecil ini, kita jdi makin cinta sama Al-Qur’an!
Baca juga, Urgensi Zakat Harta Simpanan Menurut Tarjih Muhammadiyah
Dan jika kita tengok kebersamaan salafusshalih bersama Al-Quran di bulan Ramadan tentu kita akan berdecak kagum, mengetahui besarnya semangat mereka dalam menghiasi Ramadan dengan Al-Qur’an.
Tabiin Abu Al Aswad Ad Duali biasa mengkhatamkan Al-Qur’an setiap dua malam di bulan Ramadan.
Ibrahim An Nakha’i mengkhususkan sepertiga atau sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an setiap dua malam.
Imam Qatadah terbiasa mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali seminggu. Adapun di 20 hari pertama bulan Ramadan, beliau mengkhatamkannya setiap tiga hari. Sedangkan khusus di sepuluh hari terakhir, beliau mengkhatamkannya setiap malam.
Imam Abu Hanifah dan Imam Syafii selalu mengkhatamkan Al-Qur’an 60 kali selama bulan Ramadan, di luar bacaan dalam shalat-shalat mereka.
Ibnu ‘Abd Al Hakam berkata, “Jika telah datang bulan Ramadan, Imam Malik akan meninggalkan buku-buku hadisnya dan majelis-majelis ilmu, lalu fokus membaca Al-Qur’an langsung dari mushaf.”
4. Sedekah Tanpa Batas
Sedekah di bulan ini tuh kayak investasi dengan return tak terbatas! Rasulullah SAW sendiri lebih dermawan di bulan Ramadan. Gak harus selalu dengan uang kok—bisa lewat tenaga, waktu, atau sekadar senyum dan kata-kata baik ke orang lain.
Hal ini diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه
جبَيل وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ
بالخير من الريح المرسَلة
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, no.6)
Nah, itulah cara biar Ramadan kita makin berkualitas! Mumpung masih ada waktu di 10 hari terakhir ini jangan sampai kita menyesal nanti Ketika bulan Ramadan telah menunggalkan kita dan ini kesempatan ini buat leveling up iman kita!
Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha