Wujudkan Pendidikan Inklusif, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Jadikan Nasyiatul Aisyiyah Mitra Strategis
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, resmi menggandeng Nasyiatul Aisyiyah (NA). Langkah ini bertujuan untuk membangun sistem pendidikan bermutu di Indonesia. Mendikdasmen Abdul Mu’ti meyakini organisasi perempuan tersebut memiliki peran krusial. Oleh karena itu, beliau berharap NA bisa menjadi mitra strategis pemerintah.
Lebih lanjut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi dinamika gerakan Nasyiatul Aisyiyah. Beliau melihat sebagian besar anggota NA berprofesi sebagai pendidik. Para guru ini aktif berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Mereka adalah perempuan muda dengan integritas tinggi dan dedikasi luar biasa,” ungkapnya di Surakarta.
Selain itu, menteri menyoroti peran ibu-ibu muda dalam menentukan kualitas pendidikan. Proses pendidikan sejatinya bermula sejak anak berada dalam kandungan. Oleh sebab itu, guru tidak sekadar bertugas sebagai agen pembelajaran. Para pendidik juga memikul tanggung jawab besar sebagai agen peradaban.
Mewujudkan Pendidikan Inklusif
Saat ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) masih menemukan kesenjangan mutu pendidikan. Sebagian warga negara bahkan belum mendapatkan akses pendidikan yang layak. Menghadapi tantangan ini, Mendikdasmen Abdul Mu’ti berusaha menerapkan sistem pendidikan berbasis luas (broad-based education).
Sistem ini memungkinkan murid belajar melalui jalur pendidikan non-formal dan informal. “Pendidikan inklusif sangat penting bagi kita semua,” jelas menteri. Tujuan utamanya bukan sekadar mempertemukan anak-anak di sekolah. Pemerintah ingin membentuk karakter siswa agar menjadi generasi muda yang unggul.
Kunci Sukses Pemimpin Masa Depan
Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan pesan khusus tentang kepemimpinan. Beliau menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah dengan empat makna mendasar. Pertama, amanah berarti menjaga kepercayaan penuh dari masyarakat luas. Kedua, amanah senantiasa menuntut profesionalisme kerja dari setiap individu.
Ketiga, setiap pemimpin wajib menunaikan serta mempertanggungjawabkan seluruh tugasnya. Keempat, amanah terkadang membawa beban berupa kesulitan dan ragam tantangan. Namun, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa orang yang setia menjaga amanah pasti meraih kesuksesan. Beliau berpesan agar para pemimpin memegang teguh prinsip 3P, yakni janji (Promise), kebijakan (Policy), dan praktik (Practice).
Kontributor: Mahda Khufiati
Editor: Al-Afasy



