UMS Hadirkan Pakar Internasional, Edukasi Manfaat Obat Herbal Sambiloto untuk Warga Gatak
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan kesehatan guna mengedukasi warga tentang manfaat obat herbal sambiloto secara aman dan bijak. Tim akademisi membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan teknik budidaya hingga pemahaman dosis ilmiah pada Jumat (10/10/2026).
Kegiatan bertajuk Pelatihan Pembuatan Obat Tradisional ini berlangsung di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Gatak. Program P2M Dosen-Tendik Berkontribusi UMS tersebut menggandeng jajaran PCM, PCA, serta perwakilan 14 pimpinan ranting ‘Aisyiyah se-Kecamatan Gatak.
Ketua Tim Pengabdian UMS, Arga Seta Asmara Sakti, S.T., M.T., menegaskan komitmen Kampus Dasar Unggul ini dalam memberdayakan masyarakat. Pihaknya merancang program agar warga mampu mengolah pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) secara berkelanjutan.
“Pendekatan berbasis pengembangan Persyarikatan ini menjadi wujud sinergi perguruan tinggi bersama PCM dan PCA Gatak,” ujar Arga Seta pada Selasa (13/10/2026).
Potensi Bahaya dan Aturan Dosis Menurut Pakar Internasional
Untuk memperkuat edukasi, UMS mendatangkan pakar kefarmasian internasional dari Bangladesh, Associate Professor Dr. Md. Sanower Hossain. Peneliti tersohor ini membedah ragam manfaat obat herbal sambiloto sekaligus membeberkan batasan dosis yang aman bagi tubuh.
Sanower menjelaskan bahwa masyarakat kerap mengonsumsi tanaman herbal hanya berdasarkan tradisi turun-temurun. Padahal, pengolahan daun sambiloto (Andrographis paniculata) membutuhkan ketepatan dosis serta perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan pengguna.
“Tanaman ini mengandung senyawa aktif andrografolida yang sangat pahit. Meskipun efektif meredakan flu dan sakit tenggorokan, bahan alami tidak otomatis bebas risiko,” papar Sanower di hadapan puluhan kader ‘Aisyiyah.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan ekstrak sambiloto sebagai pengganti obat medis untuk penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Selain itu, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak wajib menghindari konsumsi herbal ini karena berpotensi memengaruhi tekanan darah dan pembekuan darah.
Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga Lewat Budidaya TOGA
Respon positif datang dari Bendahara PCM Gatak, Sugeng, yang mengapresiasi langkah nyata UMS dalam mengabdi kepada masyarakat. Pihaknya optimistis pengetahuan baru ini dapat meningkatkan taraf kesehatan sekaligus membuka peluang ekonomi warga.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PCA Gatak, Endang Mulyani, S.Pd., mengajak seluruh kader untuk langsung mempraktikkan ilmu pelatihan. Ia memotivasi para ibu untuk mulai menanam pekarangan rumah dengan tanaman herbal produktif.
“Kami mendorong kader memproduksi tanaman obat seperti sambiloto, jahe, kunyit, dan kencur secara mandiri di rumah,” tutur Endang.
Sebagai penutup rangkaian acara, tim pengabdian UMS menyerahkan bibit sambiloto secara simbolis kepada pengurus cabang. Seluruh peserta kemudian mengikuti sesi demonstrasi pembuatan racikan minuman kesehatan dan diskusi interaktif bersama pakar.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



