Mahasiswa UMS Sabet Silver Award di Malaysia, Hadirkan Inovasi Monitoring Pascastroke

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Minimnya sistem pemantauan bagi pasien pascastroke mendorong mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menciptakan solusi cerdas. Melalui inovasi bertajuk “SMART STROKE”, Tim Synexa UMS sukses menyabet Silver Award dalam ajang bergengsi Malaysia Technology Expo (MTE) 2026 di Kuala Lumpur.
Ketua tim, Dani Hendrawan, menjelaskan bahwa SMART STROKE hadir untuk menutup celah layanan kesehatan yang selama ini belum terintegrasi optimal. Banyak pasien mengalami kendala dalam monitoring mandiri setelah keluar dari rumah sakit. Oleh karena itu, timnya mengembangkan ekosistem digital yang menghubungkan pasien, keluarga, dan tenaga medis secara real-time.
Teknologi Smartwatch untuk Deteksi Darurat
SMART STROKE memanfaatkan integrasi antara smartwatch dan aplikasi seluler dengan fitur komprehensif. Perangkat ini mampu memantau detak jantung, melacak lokasi via GPS, hingga mendeteksi risiko jatuh melalui sensor accelerometer. Selain itu, data kesehatan dikirim secara otomatis untuk memastikan informasi tetap sinkron antara perangkat dan aplikasi.
Inovasi ini juga sangat membantu dalam aspek kedisiplinan terapi pasien. Terdapat fitur pengingat minum obat serta panduan latihan rehabilitasi yang progresnya dapat dipantau setiap hari. Menariknya, aplikasi ini juga menyediakan konsultasi dengan tenaga kesehatan serta asisten berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk edukasi cepat.
Fitur SOS: Kecepatan Penanganan dalam Situasi Kritis
Keunggulan utama SMART STROKE terletak pada fitur SOS Emergency. Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim sinyal darurat instan kepada keluarga atau layanan medis terdekat. Dukungan navigasi GPS juga mempercepat pencarian rumah sakit dalam situasi kritis. Hal tersebut sangat vital guna menekan risiko fatalitas pada pasien pascastroke.
Tim pengembang telah menguji sistem ini menggunakan metode System Usability Scale (SUS) dengan hasil yang sangat baik. Artinya, teknologi ini dinilai efektif, nyaman, dan sangat layak diimplementasikan oleh masyarakat luas. Pendekatan berbasis data ini memudahkan dokter melakukan evaluasi terapi secara lebih sistematis.
Kolaborasi Multidisiplin Ilmu
Keberhasilan ini merupakan buah manis dari kolaborasi lintas jurusan di UMS. Tim Synexa terdiri dari mahasiswa Informatika (Onic Agustino, Nuril Anwar), Farmasi (Dani Hendrawan, Fajar Azizah), dan Fisioterapi (Zahara Naura). Di bawah bimbingan Hidayah Karuniawati, Ph.D., mereka berhasil memadukan teknologi digital dengan ilmu rehabilitasi medis.
Prestasi di kancah internasional ini mempertegas peran strategis mahasiswa UMS dalam menjawab tantangan kesehatan global. Selain mengharumkan nama bangsa, inovasi SMART STROKE berkontribusi nyata pada pencapaian SDGs poin ketiga mengenai kesehatan dan kesejahteraan. UMS terus berkomitmen mendorong riset kolaboratif yang berdampak luas bagi kualitas hidup masyarakat dunia.
Editor: Al-Afasy



