Berita

Eksperimen Seru Mahasiswa UMS, Mengubah Es Krim Jadi Sarana Belajar Sains Anak

PWMJATENG.COMSURAKARTA – Belajar sains tidak harus selalu terpaku pada ruang kelas. Mahasiswa UMS membuktikan hal tersebut dengan mengajak anak-anak Sanggar Bimbingan (SB) Banting, Malaysia, membuat es krim sendiri dalam program KKN Internasional Mangunsari Goes Abroad 2026.

Kegiatan berlangsung pada Senin (16/6/2026) dengan melibatkan 18 anak yang sangat antusias. Hanifah Herawati dari Prodi Ilmu Gizi bersama Naswa Labibah dari Prodi Kesehatan Masyarakat memandu mereka mempraktikkan sains menggunakan bahan sederhana. Mereka memanfaatkan susu, es batu, serta garam untuk membuat es krim tanpa bantuan alat pendingin.

Rahasia Ilmiah di Balik Es Krim

Hanifah menjelaskan konsep penurunan titik beku kepada anak-anak tersebut. Garam yang ditaburkan ke atas es batu menurunkan suhu hingga jauh di bawah nol derajat Celsius.

Suhu dingin ini menyerap panas dari susu di dalam kaleng secara konsisten. Proses penyerapan panas itulah yang mengubah wujud susu cair menjadi es krim padat. Konsep kimia yang biasanya sulit dihafal di buku pelajaran, kini terasa nyata melalui praktik langsung.

Membangun Kolaborasi Melalui Praktik

Ketertarikan anak-anak terlihat jelas sejak awal sesi dimulai. Salah satu peserta, Nadhifa, sempat bertanya dengan rasa penasaran tinggi mengenai perubahan wujud susu tersebut.

Hanifah dan Naswa segera memanfaatkan momen ini untuk memberikan penjelasan ilmiah yang komunikatif. Mereka mendorong anak-anak untuk terlibat aktif agar rasa ingin tahu tersebut terjawab melalui pembuktian nyata.

Proses pembuatannya pun menuntut kesabaran serta kolaborasi antarpeserta. Anak-anak bergantian memutar kaleng berisi susu di dalam wadah es dan garam. Aktivitas ini secara tidak langsung mengajarkan mereka pentingnya berbagi peran dan saling menyemangati selama proses berlangsung.

Pembelajaran Bermakna Bagi Anak

Tawa dan semangat mewarnai setiap detik eksperimen tersebut hingga es krim akhirnya terbentuk sempurna. Nadhifa merasa senang meskipun ia menyadari ada sedikit sensasi asin pada hasil karya mereka.

Hanifah kemudian memberikan edukasi tambahan mengenai fungsi garam dalam proses pembekuan tersebut. Penjelasan ini menyadarkan anak-anak bahwa setiap tahapan eksperimen memiliki kaitan erat dengan hasil akhirnya.

Kegiatan mahasiswa UMS ini menjadi bagian penting dalam rangkaian program KKN Internasional di SB Banting. Program ini tidak hanya memperkenalkan sains secara aplikatif, tetapi juga menanamkan nilai kerja sama dan keberanian mencoba hal baru.

Mahasiswa UMS berharap anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang berkesan melalui pendekatan menyenangkan ini. Mereka ingin menunjukkan bahwa sains ada di sekitar kita dan bisa dipelajari dengan cara yang menggembirakan.

Kontributor: Maysali
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777