J&T Super Seller: Mahasiswa FEB UMS Sabet Modal Rp20 Juta dan Tembus Top 10 Nasional
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Ajang bergengsi J&T Super Seller resmi menobatkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta, Ahmad Fauzan Tirmidzi, masuk dalam jajaran Top 10 nasional. Oleh karena itu, pihak kampus UMS memberikan apresiasi tertinggi atas keberhasilan bisnis fashion rintisannya tersebut. Langkah nyata ini sekaligus membuktikan ketangguhan mental wirausaha muda di kancah nasional.
Sementara itu, capaian luar biasa tersebut ia raih melalui bendera usaha Kubik Society Clothing Company. Usaha kreatif ini sukses menembus jajaran 10 besar dalam kompetisi J&T Super Seller 2026. Selain itu, penyelenggara juga mengucurkan dana segar senilai Rp20 juta sebagai modal pengembangan usaha secara daring.
Di sisi lain, PT Global Jet Express bersama Narasi merancang program ini khusus untuk melatih para pengusaha muda dari kalangan mahasiswa. Selanjutnya, tim dewan juri menerapkan sistem seleksi administrasi dan kurasi proposal bisnis yang sangat ketat. Dari ribuan pendaftar, Ahmad mampu melewati sesi presentasi pitch deck serta wawancara langsung secara daring hingga lolos ke fase elite.
Gunakan Dana J&T Super Seller untuk Pasar Digital
“Alhamdulillah, kami berhasil membawa merek ini lolos sebagai salah satu dari 10 bisnis terbaik pilihan juri di Indonesia. Dengan demikian, capaian luar biasa dalam ajang J&T Super Seller ini membuka kesempatan emas bagi kami untuk membesarkan industri fashion lokal,” ungkap Ahmad pada Senin (29/6/2026).
Selaras dengan hal itu, Ahmad bergerak cepat merancang strategi alokasi dana inkubasi bisnis tersebut. Oleh sebab itu, ia akan memprioritaskan anggaran untuk riset produk baru serta perluasan promosi digital. Hasilnya, taktik taktis ini diyakini mampu memperkuat karakter produk pakaian buatannya agar semakin diminati pasar nasional.
Meskipun demikian, perjuangan wirausahawan muda dari FEB UMS ini sebenarnya belum sepenuhnya usai. Sebab, ia wajib mengikuti karantina bisnis intensif selama dua bulan penuh, mulai 29 Juni hingga 21 Agustus 2026. Pada akhirnya, pihak penyelenggara hanya akan memilih lima peserta terbaik dengan grafik pertumbuhan bisnis paling tinggi untuk melaju ke babak Grand Final.
Inspirasi Nyata Usai Lolos Karantina J&T Super Seller
Bahkan, kisah sukses Ahmad kini menjadi pemantik semangat baru bagi ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Pihak universitas terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya fokus pada pencapaian nilai akademik semata. Namun, mereka juga dituntut melahirkan inovasi nyata yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat luas.
“Kami ingin brand lokal ini semakin dikenal luas oleh pecinta fashion tanah air. Oleh karena itu, saya mengajak rekan-rekan mahasiswa lain untuk berani mencoba membangun usaha sejak dini,” pungkas Ahmad.
Sebagai bukti nyata dari komitmen tersebut, UMS berjanji akan terus memfasilitasi mahasiswa berprestasi dalam program pendampingan usaha lanjutan. Apresiasi publik ini menjadi tanda bahwa kreativitas mahasiswa mampu bersaing di pasar digital global. Pada akhir cerita, perjalanan inspiratif program J&T Super Seller ini diharapkan melahirkan mentor-mentor bisnis baru yang siap mendongkrak perekonomian daerah.
Kontributor: Fika
Editor: Ayma



