Lepas 1.860 Lulusan pada Wisuda UNIMUS Semarang, Rektor Tekankan Bekal Ilmu dan Ketakwaan
PWMJATENG.COM, SEMARANG — Universitas Muhammadiyah Semarang meresmikan pelepasan 1.860 lulusan pada prosesi Wisuda ke-50 UNIMUS. Acara berskala besar ini berlangsung selama dua hari, yakni 3–4 November 2026.
Pihak panitia membagi prosesi wisuda dalam empat sesi berturut-turut di Gedung Serba Guna (GSG) UNIMUS. Momen sakral ini menandai akhir masa studi ribuan mahasiswa sekaligus awal pengabdian mereka di tengah masyarakat.
Secara rincian, wisuda UNIMUS Semarang kali ini meluluskan 57 sarjana Magister dan 186 lulusan program Profesi. Kelompok profesi tersebut mencakup Profesi Dokter, Dokter Gigi, Bidan, hingga Ners.
Selain itu, kampus melepas 12 lulusan Spesialis Keperawatan Medikal Bedah, 1.203 sarjana program Utama, serta 402 lulusan program Diploma. Seluruh alumni tersebut berasal dari sembilan fakultas yang aktif mengelola program studi di lingkungan kampus.
Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan mendominasi jumlah alumni dengan menyumbang 961 orang. Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis menyusul di urutan berikutnya dengan melepas 219 lulusan.
Sementara itu, Fakultas Teknik meluluskan 175 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat 154 orang, dan Fakultas Sains dan Teknologi Pertanian 111 orang. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora turut meluluskan 75 alumni.
Adapun Fakultas Kedokteran Gigi melepas 59 orang, Fakultas Kedokteran 46 orang, serta Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital meluluskan 61 orang.
Bekal Takwa dan Inovasi Kesehatan Kampus
Rektor UNIMUS Prof Dr Masrukhi MPd menyampaikan pidato kebanggaan di hadapan para wisudawan dan orang tua. Sang rektor menegaskan bahwa wisuda merupakan puncaknya kebahagiaan keluarga yang mendampingi masa studi mahasiswa.
Beliau menyebutkan bahwa pihak pimpinan kampus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan memuliakan. Pola pendidikan tersebut bertujuan membentuk karakter alumni agar tangguh serta berakhlak mulia.
Masrukhi juga menekankan bahwa institusi memikul amanah besar dari setiap orang tua mahasiswa. Oleh karena itu, pengelola kampus membekali para lulusan UNIMUS dengan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) secara konsisten.
Bekal keimanan dan ketakwaan ini menjadi pijakan utama para alumni saat menjalankan peran profesional kelak. Masrukhi berharap para sarjana baru mampu mengamalkan ilmu tanpa menggadaikan nilai moral keagamaan.
Di samping pembekalan karakter, Rektor mengumumkan kabar gembira terkait perkembangan layanan kesehatan kampus. Rumah sakit UNIMUS baru saja sukses menggelar pertemuan tahunan bersama 30 pakar kanker se-Asia.
Forum internasional tersebut menandai peluncuran pengobatan kanker modern berbasis teknologi cryosurgery. Masrukhi berharap inovasi medis ini membawa manfaat nyata dan harapan baru bagi masyarakat luas.
LLDIKTI Dorong Dampak Nyata Alumni di Masyarakat
Harapan senada datang dari pihak Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah. Kepala Bagian Tata Usaha LLDIKTI Wilayah VI Adhrial Refaddin SIP MPP hadir memberikan apresiasi secara langsung.
Adhrial memuji pertumbuhan wisuda UNIMUS Semarang dan capaian akademik institusi yang terus meningkat pesat. Namun, beliau mengingatkan agar perguruan tinggi tidak sekadar berpatokan pada jumlah lulusan semata.
Menurut Adhrial, ukuran keberhasilan perguruan tinggi terletak pada besarnya dampak positif alumni bagi lingkungan sekitar. Beliau mendorong para lulusan agar memanfaatkan riset akademik untuk menyelesaikan problem riil masyarakat.
Di tengah era digital yang serba cepat, Adhrial mengimbau para wisudawan untuk menjaga ketenangan jiwa dan menetapkan prioritas hidup. Kebahagiaan sejati muncul ketika seseorang mampu memberi manfaat bagi sesama secara konsisten.
Rangkaian acara Wisuda ke-50 UNIMUS ini akhirnya resmi ditutup dengan doa bersama. Sebanyak 1.860 lulusan kini siap melangkah melayani bangsa dengan bekal ilmu, keterampilan, dan integritas tinggi.
Kontributor: Humas UNIMUS
Editor: Akmal



