Tembus Rp24 Miliar Juni Ini, Laporan Keuangan Lazismu Pekalongan 2026 Hampir Sentuh Target Tahunan
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan resmi merilis laporan keuangan Lazismu Pekalongan 2026 per periode 1 Januari hingga 8 Juni 2026. Hasilnya sangat luar biasa, manajemen mencatatkan total angka penghimpunan dana umat sebesar Rp24.049.988.845.
Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, mengumumkan langsung pencapaian fantastis tersebut dalam Rapat Koordinasi seluruh jajaran amil. Kegiatan evaluasi tengah tahun ini berlangsung khidmat di kantor pusat, Jalan Pahlawan Nomor 10 Gejlig, Kajen, Senin (8/6/2026).
Menariknya, raihan jumbo senilai 24 miliar rupiah ini mayoritas bersumber dari suksesnya Program Qurban Freshmeat. Manajemen mengelola aliran dana segar tersebut melalui jaringan Panitia Qurban Masjid dan Musholla Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan dengan nominal mencapai Rp12,56 miliar.
Rincian Sumber Dana dan Penyaluran
Selain dari program qurban Kabupaten Pekalongan, pundi-pundi dana umat mengalir kuat dari sektor perolehan infaq masyarakat yang menyentuh angka Rp5,70 miliar. Selanjutnya, kesadaran warga dalam menunaikan kewajiban zakat juga ikut menyumbang angka signifikan sebesar Rp4,73 miliar.
Sejalan dengan derasnya dana yang masuk, manajemen langsung merealisasikan penyaluran dana umat Lazismu secara taktis dan transparan dengan total serapan Rp23.499.160.078. Alokasi terbesar tentu menyasar sektor program kurban sebesar Rp12,46 miliar yang langsung menyentuh masyarakat luas.
Tidak hanya itu, lembaga juga mendistribusikan dana untuk program kemanusiaan sebesar Rp5,03 miliar serta pilar pendidikan senilai Rp2,34 miliar. Panitia kemudian mengalirkan sisa dana untuk menyokong program dakwah sebesar Rp1,42 miliar beserta beberapa klaster pemberdayaan masyarakat lainnya.
Optimistis Lampaui Target Wilayah
Oleh karena itu, Sutiknyo merasa sangat optimistis melihat laju perolehan donasi yang bergerak sangat dinamis. Berdasarkan data komparasi, target penghimpunan zakat infaq tahun 2026 untuk Kabupaten Pekalongan dari pimpinan wilayah Jawa Tengah berada pada angka Rp26,00 miliar.
Artinya, performa kinerja operasional badan amil saat ini sudah sukses mengamankan persentase sebesar 92% dari target tahunan. Sutiknyo meyakini sisa kuota target wilayah tersebut akan terlampaui dalam waktu dekat sebelum akhir tahun berganti.
“Insya Allah, proyeksi akhir kami bisa menyentuh angka 28 miliar rupiah untuk tahun ini,” tutur Sutiknyo penuh rasa syukur.
Atas pencapaian gemilang ini, dirinya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh amil yang bekerja keras di lapangan. Ia memandang lompatan angka dalam laporan keuangan Lazismu Pekalongan 2026 ini sebagai wujud kepercayaan penuh masyarakat dan rida dari Allah SWT.
Rencana Agenda Sosial ke Depan
Sebagai langkah konkret pasca-rapat koordinasi, manajemen telah menyusun beberapa program strategis jangka pendek yang akan segera dieksekusi. Salah satu fokus utama mereka adalah mengawal agenda bedah rumah lansia di wilayah Kecamatan Kedungwuni.
Selain urusan infrastruktur, lembaga juga menyiapkan beasiswa pendidikan khusus bagi para guru TK dan guru SD yang membutuhkan stimulus dana. Sektor ekonomi mikro tidak luput dari perhatian lewat rencana pengembangan jaringan gerai UMKM kuliner El Chicken.
Pada akhirnya, internal manajemen akan terus berbenah melakukan restrukturisasi administrasi pada tiap kantor layanan. Penguatan peran masjid dan musholla Muhammadiyah akan menjadi kunci utama dalam berita Muhammadiyah Pekalongan di masa depan.
Kontributor: Fahrudin
Editor: Ayma



