Isi Kuliah Pakar AIK di UNIMUS, Ustaz Maulana Tekankan Pentingnya Menjaga Integritas untuk Jadi Muslim Berkelas
PWMJATENG.COM, SEMARANG – Pendakwah kondang Ustaz Muhammad Nur Maulana menghadiri agenda Kuliah Pakar AIK di UNIMUS, tepatnya di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Jumat (30/10). Kehadiran mubalig ternama ini membakar semangat ratusan mahasiswa yang memadati ruangan acara.
Pada kesempatan tersebut, Ustaz Maulana mengajak seluruh civitas akademika untuk memahami makna sejati menjadi pribadi muslim berkelas. Oleh karena itu, ia menilai predikat mulia tersebut dapat terwujud saat seseorang konsisten menjaga integritas, merawat fitrah, serta menguatkan akhlak terpuji.
Menjaga Kesucian Fitrah Diri
Pelaksanaan Kuliah Pakar AIK di UNIMUS kali ini menghadirkan suasana segar dalam penanaman nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Kemudian, Ustaz Maulana yang terkenal komunikatif menguraikan lima aspek utama kehidupan, yakni tujuan, pilar, pengisian, jalan hidup, serta hikmah.
Selain itu, ia menegaskan bahwa setiap manusia pada dasarnya lahir membawa fitrah kesucian. Oleh sebab itu, dorongan berbuat baik sebenarnya sudah tertanam kuat di dalam nurani setiap individu.
“Yakinlah, manusia itu dilahirkan dalam keadaan suci. Ketika seseorang hendak berbuat dosa, pasti ada perlawanan di dalam hatinya dan muncul rasa malu untuk melakukannya,” ungkap Ustaz Maulana.
Selanjutnya, ia mengingatkan peserta untuk senantiasa membentengi kesucian tersebut lewat kebiasaan positif. Sebab, perilaku harian dan pengambilan keputusan menjadi cerminan nyata dari fitrah yang terjaga.
Menjadikan Setiap Aktivitas Nilai Ibadah
Di sisi lain, penceramah kharismatik ini juga mengingatkan tujuan utama penciptaan manusia sesuai Surah Az-Zariyat ayat 56. Ayat tersebut menegaskan kewajiban seluruh makhluk untuk senantiasa beribadah kepada Allah Swt.
Sejalan dengan agenda Kuliah Pakar AIK di UNIMUS, aktivitas menuntut ilmu di bangku perkuliahan pun harus bernilai ibadah. Maka dari itu, mahasiswa patut memadukan capaian akademik dengan landasan iman yang kokoh.
Sementara itu, Dekan FKG UNIMUS, Dr. drg. Risyandi Anwar, Sp.KGA., menyambut positif seluruh wejangan sang ustaz. Pihaknya sengaja menghadirkan penceramah populer agar proses penyampaian nilai keagamaan terasa lebih hidup dan mudah meresap ke dalam pikiran mahasiswa.
“Harapan kami, apa yang disampaikan oleh Ustaz Maulana nanti dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sekadar didengarkan, tetapi benar-benar menjadi pengingat dan motivasi bagi kita untuk meningkatkan kualitas ibadah,” urai Risyandi.
Bahkan, Risyandi menambahkan bahwa pihak fakultas terus mendorong pembiasaan amalan sunah seperti salat tahajud dan duha. Dengan demikian, langkah ini menjadikan kegiatan AIK sebagai wadah pembentukan karakter unggul di lingkungan kampus.
Membangun Karakter Muslim Berkelas
Momen Kuliah Pakar AIK di UNIMUS ini menegaskan bahwa kualitas seorang muslim tidak cuma terukur dari penampilan fisik. Sebaliknya, kemuliaan sejati terlihat jelas dari konsistensi menjaga hubungan dengan Sang Pencipta sekaligus memelihara hubungan harmonis dengan sesama.
Dalam kehidupan kampus, kedisiplinan dan kejujuran menjadi wujud nyata integritas mahasiswa. Hasilnya, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual serta santun dalam bertindak.
Akhirnya, melalui forum ilmiah bertema keislaman ini, FKG UNIMUS berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten dan berkarakter mulia. Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan terus menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi penerus yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Kontributor: Humas UNIMUS
Editor: Akmal



