BeritaKabar Daerah

Kisah Haru Ozan, Mantan Pekerja PHK yang Bangkit Lewat Usaha Kuliner Berkat Bantuan Lazismu Banyumas

PWMJATENG.COM, Banyumas – Perjuangan seorang kepala keluarga untuk menafkahi istri dan tiga anaknya tidak pernah mudah, terlebih setelah kehilangan pekerjaan. Hal itu dialami Ozan, warga Perumahan Karangduren, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada awal 2025.

Kondisi tersebut membuatnya tetap harus membayar kontrakan rumah sekaligus mencukupi kebutuhan keluarga. Meski begitu, semangat Ozan tidak pernah surut. Sejak 2019, ia telah merintis usaha kuliner secara online dengan nama Dapur Ozan 77. Usaha ini menyediakan menu seperti lumpia boom, nasi goreng, mie goreng, hingga kwetiaw. Namun, keterbatasan modal membuat bisnisnya hanya berjalan di ranah digital.

Kini, melalui Program Pemberdayaan UMKM, Lazismu Banyumas hadir memberikan dukungan nyata. Pada 29 Agustus 2025, lembaga tersebut menyerahkan bantuan berupa satu unit gerobak usaha lengkap dengan modal dan branding di kediaman Ozan.

“Bapak Ozan adalah contoh nyata pejuang keluarga. Dengan semangat dan kerja kerasnya, Lazismu berikhtiar hadir melalui zakat dan infak yang ditunaikan masyarakat, agar bisa menjadi jalan perjuangan nafkah bagi warga yang membutuhkan,” ujar Anjar Triadi, Manajer Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Banyumas.

Bantuan itu memberi napas baru bagi usaha Ozan. Ia kini bisa berjualan dengan gerobak di lokasi mangkal sekaligus tetap melayani pesanan online. Ia berkomitmen membuka usahanya setiap hari pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti. Saya bisa terus berusaha menghidupi anak-anak dengan jalan halal. Semoga usaha ini bisa berkembang,” kata Ozan dengan haru.

Selain membuka lapak offline, Ozan tetap memanfaatkan jaringan pelanggan lama melalui platform digital. Ia yakin kombinasi antara penjualan langsung dan online bisa memperkuat pondasi usahanya. Harapannya, pendapatan lebih stabil dan kebutuhan keluarga terpenuhi.

Baca juga, Dodok Sartono: Kunci Reputasi Organisasi Ada pada Kejujuran dan Integritas

Kisah perjuangan Ozan menjadi pengingat bahwa semangat tidak boleh padam meski hidup dihadapkan pada keterpurukan. Dukungan lembaga sosial seperti Lazismu Banyumas membuktikan bahwa zakat dan infak yang dititipkan masyarakat mampu menghadirkan harapan baru.

Menurut Ozan, perjuangannya tidak hanya untuk bertahan hidup, melainkan juga untuk memberi contoh bagi anak-anaknya. Ia ingin mereka menyaksikan bahwa kerja keras, kejujuran, dan kesungguhan adalah bekal utama menghadapi tantangan hidup.

“Kalau kita jatuh, jangan terus terpuruk. Harus bangkit lagi. Saya ingin anak-anak belajar dari perjuangan ini,” ungkapnya.

Program pemberdayaan yang dilakukan Lazismu Banyumas diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lain. Kehadiran bantuan tidak hanya sebatas materi, tetapi juga dukungan moral untuk menyalakan kembali semangat wirausaha bagi mereka yang terkena PHK maupun terdampak kesulitan ekonomi.

Anjar menambahkan, pemberdayaan berbasis UMKM menjadi salah satu fokus Lazismu karena sektor ini terbukti mampu menyerap tenaga kerja dan menopang ekonomi keluarga. “Ketahanan ekonomi umat harus dibangun dari bawah. Melalui program ini, kami ingin agar penerima manfaat tidak hanya terbantu sesaat, tetapi bisa mandiri secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ozan menyadari bahwa perjuangan ini masih panjang. Namun, ia optimistis usahanya akan berkembang seiring dengan kerja keras dan doa. Baginya, gerobak yang kini dimilikinya bukan sekadar alat berdagang, melainkan simbol kebangkitan setelah melewati masa sulit.

Kontributor : Romi
Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE