Berita

KH. Lamun Efendi: Jangan Gantungkan Hidup dengan Meminta kepada Manusia

PWMJATENG.COM, Banyumas — Kebiasaan menggantungkan hidup dengan meminta kepada manusia dapat menggerogoti kehormatan seorang mukmin. Islam, sebaliknya, mengajarkan umatnya untuk hanya bergantung kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan KH. Lamun Efendi dalam Pengajian Jumat Pagi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Karangtalun Lor, Purwojati, Banyumas, Jumat (2/1/2026).

Dalam pengajian tersebut, KH. Lamun Efendi mengawali kajian dengan menyampaikan hadis Rasulullah SAW yang memberikan peringatan keras terhadap kebiasaan meminta-minta. Rasulullah bersabda bahwa orang yang menjadikan meminta kepada manusia sebagai kebiasaan akan datang pada hari kiamat dalam keadaan wajahnya tanpa daging.

Menurutnya, hadis tersebut tidak ditujukan kepada orang yang benar-benar terpaksa, melainkan kepada mereka yang menjadikan mengemis sebagai profesi meski dalam kondisi berkecukupan. “Banyak kita temui pengemis yang sejatinya memiliki harta, tetapi menjadikan meminta sebagai jalan hidup. Inilah yang diancam oleh Rasulullah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Islam tidak melarang seorang hamba untuk meminta, namun meminta hanya kepada Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Ghafir ayat 60, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuk kalian.”

“Kebiasaan meminta kepada Allah akan melahirkan pertolongan yang sering kali datang dari arah yang tidak kita sangka,” ujarnya. Ia lalu menuturkan pengalaman pribadinya saat tiba-tiba mendapat sandal dari seseorang tepat ketika membutuhkannya.

KH. Lamun Efendi menjelaskan bahwa terkabulnya doa tidak selalu sesuai dengan keinginan manusia. Doa pasti dikabulkan, tetapi dengan cara dan waktu yang ditentukan Allah. “Allah Maha Mengetahui mana yang terbaik bagi hamba-Nya,” tambahnya.

Ia juga mengutip hadis qudsi yang menyatakan bahwa siapa pun yang menjamin dirinya tidak meminta kepada manusia, maka Allah menjanjikan surga baginya. “Manusia sering merasa berat ketika dimintai, tetapi Allah justru senang ketika hamba-Nya meminta kepada-Nya,” tuturnya.

Untuk menguatkan pesan tersebut, KH. Lamun Efendi mengisahkan doa Nabi Zakaria AS. Meski telah lanjut usia dan memiliki istri yang mandul, Nabi Zakaria tetap memohon keturunan kepada Allah hingga akhirnya dikaruniai Nabi Yahya AS. “Bagi Allah, tidak ada yang mustahil. Kun fayakun,” tegasnya.

Meski demikian, Islam memberikan pengecualian dalam hal meminta-minta. Mengutip hadis riwayat Muslim, ia menjelaskan bahwa meminta dibolehkan hanya dalam tiga kondisi, yakni orang yang menanggung utang orang lain, orang yang tertimpa musibah besar hingga habis hartanya, dan orang yang benar-benar berada dalam kesengsaraan hidup yang diakui masyarakatnya.

“Di luar tiga kondisi itu, meminta-minta hukumnya haram. Haramnya bukan pada barangnya, tetapi pada cara dan kondisi memperolehnya,” jelasnya.

Ia juga menuturkan teladan Rasulullah SAW yang membantu seorang pengemis dengan cara melelang barang miliknya, lalu membelikan kapak agar pengemis tersebut dapat bekerja sebagai pencari kayu bakar. “Bekerja meski berat jauh lebih mulia daripada meminta,” ujarnya.

Teladan serupa ditunjukkan para sahabat Nabi saat hijrah ke Madinah. Mereka tidak meminta harta, melainkan meminta ditunjukkan jalan ke pasar. Dari kerja keras itulah Allah memberikan keberkahan hingga Madinah menjadi kota yang makmur.

Menutup pengajian, KH. Lamun Efendi mengingatkan jamaah akan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 273 tentang fakir sejati, yakni mereka yang menjaga kehormatan diri dan tidak mendesak dalam meminta. “Merekalah orang-orang yang pantas kita bantu,” pungkasnya.

Pengajian Jumat Pagi ini menjadi pengingat bahwa iman, kerja keras, dan tawakal kepada Allah merupakan fondasi utama dalam menjalani kehidupan, tanpa harus merendahkan diri dengan menggantungkan hidup kepada manusia.

Kontributor: Muhammad Arief Sitegar
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE