Kedokteran UMP Cetak Calon Dokter Berintegritas Lewat Darul Arqam Dasar
PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Kedokteran UMP sukses menggelar Darul Arqam Dasar (DAD) di Purwokerto pada Ahad (27/9/2026). Agenda perkaderan ini menjadi langkah awal untuk mencetak calon dokter yang kompeten dan berintegritas tinggi.
Penguatan Ideology Mahasiswa Kedokteran UMP
Kegiatan bertema “Dari Hadir Menuju Mengakar, Menemukan Jati Diri dan Menghidupkan Gerakan Kader IMM” ini memberikan pemahaman ideologi Kemuhammadiyahan secara mendalam. Melalui forum ini, seluruh mahasiswa kedokteran UMP belajar memahami peran strategis mereka sebagai calon tenaga kesehatan.
Ketua Umum PK IMM Kedokteran UMP, Naila Fauzia Alfurosia, menegaskan bahwa DAD bukan sekadar formalitas organisasi. Sebaliknya, forum perkaderan IMM ini menempa mentalitas dan kepedulian sosial mahasiswa sejak dini.
“Teman-teman, DAD bukan sekadar kegiatan atau formalitas untuk menjadi kader IMM. Ini adalah ruang untuk mengenal siapa IMM, apa yang diperjuangkan, dan bagaimana nantinya kita bisa mengambil peran di dalamnya,” ujar Naila saat menyampaikan sambutan.
Selain itu, Naila menyoroti tanggung jawab moral mahasiswa kedokteran UMP di masa depan. Ia menekankan bahwa calon dokter wajib memadukan keahlian medis dengan empati kemanusiaan.
“Sebagai mahasiswa kedokteran, kita tidak hanya belajar menjadi tenaga kesehatan yang kompeten. Kita juga perlu tumbuh menjadi manusia yang punya integritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Harapannya, ilmu kita bisa menjadi jalan untuk mengabdi,” tegas Naila.
Kemudian, Naila mengajak para peserta untuk mengikuti seluruh proses perkaderan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, pemahaman organisasi akan tumbuh seiring kesediaan mahasiswa untuk terus belajar.
“Saya berharap teman-teman tidak hanya hadir secara fisik, tetapi benar-benar mau mengenal dan menjalani prosesnya. Tidak apa-apa jika hari ini belum memahami semuanya tentang IMM. Yang penting, kalian mau belajar, mau bertanya, dan mau bertumbuh,” tambahnya.
Apresiasi Kaderisasi dan Tradisi Intelektual
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PC IMM A.K. Anshori Purwokerto, M. Fahreza Ramadhani, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan DAD. Ia menilai PK IMM Kedokteran UMP memiliki keistimewaan tersendiri dalam membangun budaya belajar organisasi.
“PK IMM Kedokteran UMP adalah salah satu komisariat yang memiliki warna dan keistimewaan tersendiri. Saya menyaksikan semangat kolektif yang kuat, budaya belajar yang tumbuh, serta kesungguhan kader dalam menjaga marwah perkaderan,” ujar Fahreza.
Fahreza juga memuji keberanian para peserta dalam berdialektika selama forum berlangsung. Namun, ia mengingatkan bahwa kelulusan DAD hanyalah awal dari perjalanan kaderisasi dokter yang sesungguhnya.
“Setelah forum ini berakhir, tantangan kalian akan jauh lebih besar. Kualitas seorang kader terukur dari konsistensi dalam berpikir, bersikap, dan berjuang di tengah masyarakat,” pesannya.
Oleh karena itu, Fahreza meminta seluruh kader PK IMM Kedokteran UMP untuk terus merawat tradisi intelektual dan nilai spiritualitas. Kepedulian sosial harus selalu mengarungi setiap langkah pengabdian calon dokter.
“Jadilah kader yang tidak cepat berpuas diri dan tidak kehilangan daya kritis. Selalu jadikan IMM sebagai ruang untuk bertumbuh, mengabdi, dan melahirkan kebermanfaatan,” tegas Fahreza.
Melalui agenda DAD ini, PK IMM Kedokteran UMP berkomitmen penuh untuk mencetak generasi tenaga medis yang militan dan berilmu. Perkaderan tersebut menjadi pijakan kokoh bagi mahasiswa untuk mendedikasikan diri bagi kemanusiaan.
Kontributor: Ilyas Fachriansyah
Editor: Akmal



