Berita

Karakter Orang Bertakwa Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

PWMJATENG.COMSurakarta – Puasa Ramadan bertujuan membentuk insan bertakwa. Salah satu cirinya adalah tidak meragukan kebenaran Al-Qur’an. Hal tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, dalam Kajian Spesial Ramadan di Masjid Subulussalam, Kadipiro, Solo, Minggu (15/3/2026).

Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa orang bertakwa memiliki keyakinan penuh terhadap kebenaran Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup.

“Oleh karena itu, sebagai muslim kita tidak perlu meragukan Al-Qur’an. Allah berfirman, ‘Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa’ (QS Al-Baqarah: 2),” ujar anggota Korp Mubalig Majelis Tabligh PDM Solo tersebut.

Menurutnya, Ramadan dikenal sebagai bulan rahmat karena Allah Swt. melipatgandakan pahala setiap amal ibadah.

“Di bulan Ramadan, pahala ibadah wajib dilipatgandakan berkali-kali, sedangkan ibadah sunnah diberi pahala seperti ibadah wajib,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, Allah juga memberikan keistimewaan berupa Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan atau sekitar 83 tahun lebih.

Ustaz Jatmiko menambahkan bahwa Ramadan juga menjadi momentum turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Karena itu, membaca Al-Qur’an menjadi langkah awal untuk menjadikannya pedoman hidup.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:

Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya.” (HR Muslim).

Menurutnya, perintah membaca Al-Qur’an juga relevan dengan semangat literasi di era digital.

“Gerakan WA atau Waosan Al-Qur’an sejalan dengan perintah iqra’ dalam Surah Al-‘Alaq, yaitu membaca dengan menyebut nama Tuhan yang menciptakan,” ujarnya.

Menutup tausiyahnya, ia mengajak jamaah memanjatkan doa yang dikenal sebagai doa sapu jagat dari Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 201.

Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar,” ucapnya.

Kajian Ramadan tersebut kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti jamaah Masjid Subulussalam. Menu iftar yang disajikan antara lain kurma, semangka, teh hangat, kolak, serta soto lengkap dengan kerupuk.

Kontributor: Dwi Jatmiko
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/