Internasionalisasi Dakwah: UMS Ubah Masjid di Korea Selatan Jadi Pusat Edukasi Kesehatan & Parenting

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mempertegas komitmen pengabdiannya di kancah global. Melalui program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI), UMS menginisiasi gerakan “Optimalisasi Masjid sebagai Pusat Edukasi Kesehatan dan Pendidikan Holistik” bagi komunitas Muslim Indonesia di Korea Selatan.
Ketua Pengusul, Arif Pristianto, SSt.FT., M.Fis., menjelaskan bahwa agenda ini didukung penuh oleh DRPPS UMS. Fokus utamanya adalah menjadikan masjid bagi diaspora Indonesia tidak hanya sebagai tempat ibadah wajib, tetapi juga pusat literasi kesehatan dan pengasuhan anak (parenting).
Kondisi banyak WNI di Korea Selatan yang bekerja atau menempuh studi dengan hubungan jarak jauh (LDR) menjadi perhatian serius. Program ini hadir untuk memperkuat pemahaman terkait penanganan kesehatan mandiri dan keharmonisan keluarga meski terpisah jarak.
“Harapannya, peran masjid menjadi lebih optimal. Menjadi media peningkatan keilmuan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, khususnya bagi saudara-saudara kita di Korea Selatan,” jelas Arif, Rabu (4/3).
Kegiatan ini melibatkan tim ahli lintas program studi untuk memberikan perspektif yang menyeluruh:
- Arif Pristianto, M.Fis. (Prodi Fisioterapi) – Fokus pada kesehatan komunitas.
- Tiara Fatmarizka, M.Sc. (Prodi Fisioterapi) – Pakar Fisioterapi Kesehatan Reproduksi.
- Qonitah Faizatul Fitriyah, M.Pd. (Prodi PG PAUD) – Pakar Pendidikan Anak Usia Dini.
Implementasi program dilakukan melalui Webinar Series bertema strategis, mulai dari integrasi dakwah-kesehatan oleh Suwinarno, M.Pd.I. (LPPIK), hingga tips kesehatan reproduksi wanita dan pemahaman fitrah keluarga dalam Islam.
Dalam pelaksanaannya, UMS menggandeng kekuatan jejaring diaspora di Korea Selatan, seperti Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Korea Selatan, Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI), serta RUMAISA.
Melalui sinergi ini, UMS tidak hanya memperluas jejaring internasionalnya, tetapi juga menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) mampu hadir sebagai solusi praktis bagi permasalahan umat di mana pun mereka berada, termasuk di tengah dinamika kehidupan di Korea Selatan.
Kontributor: Fika | Humas
Editor: Al-Afasy



