Inspiratif! Mahasiswa UMS Terpilih Jadi Pemuda Pelopor Karanganyar Lewat Gerakan Mengajar Desa
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Sosok mahasiswa UMS terpilih jadi Pemuda Pelopor Karanganyar lewat Gerakan Mengajar Desa usai konsisten memperjuangkan akses pendidikan di pelosok. Hian Risnandar, mahasiswa Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta, merebut Juara I tingkat kabupaten atas dedikasinya menghadirkan ruang belajar bermakna bagi anak-anak desa.
Kepedulian terhadap pemerataan pendidikan mendorong Hian menginisiasi Gerakan Mengajar Desa di Kabupaten Karanganyar sejak tahun 2024. Melalui program berbasis pengabdian masyarakat tersebut, ia mengajak puluhan relawan mahasiswa lintas perguruan tinggi untuk mengajar secara langsung di wilayah perdesaan.
Keberhasilan sosok mahasiswa UMS terpilih jadi Pemuda Pelopor Karanganyar lewat Gerakan Mengajar Desa ini menjadi bukti nyata kepedulian anak muda. Pemuda ini meyakini bahwa pendidikan dasar memegang peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai positif bagi masa depan anak.
“Saya merasa bisa sampai di titik ini juga berkat pendidikan. Karena itu, ilmu yang saya dapatkan ingin saya bagikan kepada orang lain,” ungkap Hian, Senin (19/10/2026).
Dampak Nyata Aksi Pengabdian Desa
Selama hampir tiga tahun berjalan, aksi sosial ini sukses menjangkau tiga desa dan empat sekolah dasar di Karanganyar. Sebanyak 48 relawan dari berbagai pelosok Indonesia ikut diterjunkan untuk menjalankan kegiatan pengabdian saban libur semester.
Para relawan tidak hanya mengajar materi pelajaran di sekolah pada pagi hari. Pada siang hingga malam hari, mereka juga aktif berinteraksi dengan warga lokal melalui beragam kegiatan kemasyarakatan, lingkungan, dan kesehatan.
Inisiatif Hian Risnandar UMS ini bahkan membawa dampak fisik nyata bagi fasilitas belajar setempat. Salah satu sekolah dasar dengan bangunan rusak dan tertinggal akhirnya berhasil mendapatkan perbaikan pemerintah daerah setelah Hian melaporkan kondisi tersebut.
Prestasi Akademik Ber-IPK 3,90
Di balik kiprah sosialnya, sosok Mahasiswa Berprestasi UMS ini juga menorehkan pencapaian akademik yang impresif. Saat ini, Hian mengantongi IPK 3,90 di semester tujuh, sekaligus menempuh pendidikan paralel S1 Perencanaan Wilayah dan Kota di Universitas Terbuka.
Sederet piala kompetisi ilmiah tingkat nasional hingga internasional berhasil ia bawa pulang sepanjang tahun 2026. Ia menyabet Gold Medal dalam International Invention & Innovation Competition serta penghargaan bergengsi lainnya.
Selain berprestasi, Hian terbukti tangguh mengasah kepemimpinan melalui organisasi kampus ATLAS UMS. Rekam jejak tersebut kian mematangkan keterampilannya dalam mengelola tim, membangun kemitraan, serta mengeksekusi program di lapangan.
Menuju Seleksi Pemuda Pelopor Jawa Tengah
Setelah gelar juara kabupaten diraih, kisah mahasiswa UMS terpilih jadi Pemuda Pelopor Karanganyar lewat Gerakan Mengajar Desa ini berlanjut ke tingkat provinsi. Hian bersiap mewakili daerahnya pada seleksi Pemuda Pelopor Jawa Tengah 2026 yang digelar 17–18 November mendatang di Surakarta.
Meskipun melangkah ke ajang yang lebih tinggi, Hian menegaskan bahwa piala bukanlah tujuan utamanya. Ia memandang kompetisi ini sebagai ruang kolaborasi untuk memperluas manfaat pengabdiannya.
“Saya tidak pernah mengejar juara. Harapannya, melalui ajang ini, gerakan kami bisa lebih dikenal dan didukung sehingga dampaknya bagi masyarakat Karanganyar semakin luas,” pungkas Hian.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



