Inovasi Teknik Sipil UMS: Solusi Proyek Tol Solo–Yogyakarta dan Tren Infrastruktur Tahan Bencana
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi kompleksitas pembangunan modern. Oleh karena itu, salah satu langkah nyatanya tecermin lewat penguasaan inovasi Teknik Sipil UMS yang memadukan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek untuk mendukung infrastruktur tahan bencana.
Saat ini, penguasaan teknologi digital telah menjadi pijakan utama rekayasa sipil modern. Sebab, pemanfaatan perangkat seperti Building Information Modeling (BIM) dan AutoCAD terbukti efektif mendukung perencanaan, meningkatkan koordinasi, serta mendeteksi potensi masalah sejak dini di lapangan.
Ketua Program Studi Teknik Sipil UMS, Ir. Anto Budi Listyawan, S.T., M.Sc., juga menegaskan pentingnya penguasaan teknologi tersebut. Beliau menyampaikan pandangannya saat diwawancarai di Surakarta pada Rabu (28/10/2026).
“Mahasiswa perlu memahami bagaimana ilmu akademis menyelesaikan persoalan nyata dalam proyek pembangunan,” ujar Anto.
Belajar dari Kendala Desain Tol Solo–Yogyakarta
Selain itu, penerapan inovasi Teknik Sipil UMS ini makin relevan saat mengulas kasus nyata proyek strategis nasional. Project Engineering Manager PT Adhi Karya (Persero) Tbk., Ir. Adityo Nugroho Budiono, S.T., membagikan pengalamannya dalam mengatasi kendala desain awal jalan tol Solo–Yogyakarta, khususnya pada interchange (IC) Purwomartani.
Adityo menjelaskan bahwa proses design review secara menyeluruh menjadi kunci utama pemecahan masalah teknis tersebut. Dengan demikian, evaluasi ini memastikan proyek jalan tol berjalan tepat waktu dan efisien tanpa mengorbankan kualitas bangunan.
Di samping ketepatan desain, pengelolaan risiko biaya dan waktu juga memegang peranan vital. Oleh sebab itu, pelaksana konstruksi wajib mengintegrasikan perencanaan teknis dengan pengelolaan sumber daya secara terukur.
Selanjutnya, General Manager Operasi Divisi Gedung PT PP (Persero) Tbk., Ir. Rizky Adriyadie, S.T., M.T., menambahkan bahwa persiapan kontrak yang matang sangat menentukan keberhasilan proyek. Sebab, perencanaan anggaran yang presisi dapat membantu kontraktor mengantisipasi lonjakan kebutuhan di lapangan.
Kolaborasi Industri dan Kesiapan Insinyur Muda
Sejalan dengan dinamika industri, dosen UMS Ir. Muchlis Abri Putra, S.T., M.MT., IPM, ASEAN Eng., turut mengingatkan insinyur muda untuk cepat beradaptasi. Menurutnya, pemahaman struktur harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap ancaman bencana geologi.
Berbagai tantangan ini membuktikan bahwa kompetensi insinyur tidak lagi sekadar menghitung beban atau merancang sketsa. Oleh karena itu, penguasaan inovasi Teknik Sipil UMS melatih mahasiswa mengambil keputusan cerdas berbasis data digital.
Guna mendalami praktik profesional tersebut, UMS kemudian menggelar Seminar Nasional Civil Affect 2026 secara hibrida pada Sabtu (10/10/2026). Forum bertema “Inovasi Rekayasa Struktur Berbasis Teknologi Digital untuk Infrastruktur Berkelanjutan dan Tangguh Bencana” ini bahkan sukses menyedot perhatian 311 peserta dari berbagai perguruan tinggi Indonesia.
Pada akhirnya, melalui ajang ini, integrasi inovasi Teknik Sipil UMS dan pengalaman praktisi industri makin memperkokoh kesiapan lulusan dalam membangun infrastruktur masa depan yang kokoh serta berkelanjutan.
Kontributor: Fury Fariansyah
Editor: Akmal



