Inovasi Deteksi Stunting GROWELL FK UMS Antar Mahasiswa Profesi Kedokteran Raih Gold Medal with Jury Congratulations
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali lahir dari dunia pendidikan kesehatan Indonesia. Aswa Arsa Kumala, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), berhasil menyabet dua penghargaan bergengsi sekaligus dalam ajang Biomedical Engineering, Mechatronics, and Innovation International Fair (BMEIIF) 2026. Lewat karya inovasi deteksi stunting GROWELL FK UMS, ia memboyong Gold Medal with Jury Congratulations serta Special Award dari IEEE EMBS Thailand Chapter.
Aswa mengembangkan platform pintar berbasis Internet of Things (IoT) tersebut untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang anak secara real-time. Kompetisi sengit ini diikuti oleh 50 tim dari empat negara, yakni Thailand, Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Di tengah persaingan ketat tersebut, tim penilai menetapkan karya Aswa sebagai salah satu dari delapan inovasi terbaik yang berhak menerima penghargaan tertinggi di atas medali emas reguler.
Solusi Digital untuk Cegah Stunting Anak
Sebagai seorang dokter muda yang sedang menjalani pendidikan klinis semester dua, Aswa merancang alat pendeteksi stunting IoT ini berdasarkan pengalaman lapangannya. Pemuda asal Sragen tersebut menyadari betul bahwa masalah stunting tidak hanya berfokus pada tinggi badan, tetapi juga mencakup gizi serta kesehatan jangka panjang. Oleh sebab itu, tenaga kesehatan membutuhkan sistem presisi yang sanggup mengidentifikasi risiko gangguan pertumbuhan sejak dini.

Perangkat cerdas ini menggabungkan pengukuran antropometri fisik dengan platform digital interaktif. Sistem langsung mencatat data berat dan tinggi badan anak, lalu mencocokkannya dengan standar kurva pertumbuhan World Health Organization (WHO). Selain itu, platform ini menghubungkan orang tua, bidan, serta kader posyandu dalam satu ekosistem edukasi kesehatan terpadu. Hal tersebut membuktikan keunggulan inovasi deteksi stunting GROWELL FK UMS dalam mempercepat alur rujukan medis.
Perjuangan Mandiri Membawa Alat ke Jepang
Perjalanan meraih inovasi deteksi stunting GROWELL FK UMS yang berprestasi dunia ini tidak berjalan tanpa kendala. Aswa menyelesaikan seluruh persiapan lomba secara mandiri di bawah bimbingan Dr. dr. Yusuf Alam Romadhon dan dr. Yuni Prasetyo. Ia bahkan mengurus sendiri pembuatan materi presentasi, poster, hingga prototipe alat. Tantangan makin berat saat ia harus membawa fisik perangkat berukuran 176 sentimeter dengan berat 21 kilogram ke Jepang.
Pengiriman alat tersebut memaksa Aswa mengeluarkan biaya bagasi tambahan hingga Rp6 juta untuk perjalanan pulang-pergi. Namun, seluruh pengorbanan itu terbayar tuntas saat para juri memberikan pujian tinggi atas potensi komersialisasi dan keandalan alatnya. Aswa sangat mengapresiasi dukungan penuh dari pimpinan fakultas serta para dosen UMS yang memberikannya izin di sela-sela jadwal koas yang padat.
Rencana Pengembangan dan Inspirasi Mahasiswa
Setelah sukses di tingkat global, Aswa fokus menyempurnakan platform digital serta melakukan pengujian akurasi pengukuran secara bertahap. Ia berharap alat murah ini dapat diproduksi secara massal dan tersebar ke seluruh posyandu di daerah terpencil Indonesia. Keberhasilan ini mempertegas kualitas inovasi deteksi stunting GROWELL FK UMS dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat secara nyata.
Pencapaian prestasi kedokteran UMS ini memberikan pesan berharga bagi seluruh mahasiswa di tanah air. Aswa mengajak generasi muda untuk selalu haus akan ilmu dan berani mengambil setiap kesempatan. “Jadilah orang yang paling lapar ilmu, rakus kesempatan, dan haus relasi di setiap forum. Jangan pernah takut mencoba hal baru karena dari obrolan sederhana bisa terbuka jalan menuju kolaborasi besar,” tegasnya.
Kontributor: Yusuf
Editor: Akmal



