Berprestasi dengan Ilmu dan Iman, Siswa MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa Lolos OMI IPA Tingkat Nasional
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN — Berprestasi dengan memadukan ilmu dan iman, siswa MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa, Ghozian Fatihul Haq, berhasil melaju ke tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia IPA. Oleh karena itu, capaian membanggakan tersebut langsung mengundangkan apresiasi luas. Hal ini mengingat ia sukses menyabet Juara II pada kompetisi OMI IPA Jawa Tengah. Selain itu, keberhasilan murid kelas 6B ini menjadi kebanggaan besar bagi madrasah, keluarga, serta Kabupaten Pekalongan.
Kompetisi tingkat provinsi tersebut berlangsung di Purwokerto pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Dalam ajang bergengsi ini, Ghozian berjuang bersama dua peserta lain yang tergabung dalam kontingen Kabupaten Pekalongan. Kemudian, lewat persiapan matang serta konsistensi belajar, ia berhasil meraih medali perak. Bahkan, ia juga menduduki peringkat ke-6 se-Jawa Tengah pada ajang OSMJT.
Namun demikian, pencapaian gemilang ini tidak hadir secara instan. Sebab, di balik prestasi siswa madrasah tingkat nasional tersebut, ada perjalanan panjang yang melibatkan rasa ingin tahu tinggi. Di samping itu, ada bimbingan guru, dukungan keluarga, serta tradisi berdoa yang kuat.
Berawal dari Ketertarikan dan Guru yang Menginspirasi
Ketertarikan Ghozian terhadap sains mulai tumbuh saat berada di kelas 4. Kala itu, ia bertemu dengan Ela Rahmawati, S.Pd., guru pengampu IPAS yang sekaligus menjadi wali kelasnya. Hasilnya, cara mengajar yang komunikatif berhasil memantik rasa ingin tahu Ghozian untuk mendalami IPA lebih jauh.
Selanjutnya, dari ruang kelas, hubungan guru dan murid ini berkembang menjadi ruang diskusi yang sangat produktif. Lebih dari itu, proses belajar yang menyenangkan membuat Ghozian makin bersemangat menguji kemampuannya di berbagai perlombaan sains, seperti OMI dan OSMJT.
Oleh sebab itu, kerja keras tersebut membuahkan hasil nyata saat ia menginjak kelas 5 pada tahun 2025. Pada masa itu, ia berhasil menyabet Juara II bidang IPAS OMI tingkat provinsi. Selanjutnya, ia juga membawa pulang medali perunggu OSMJT Jawa Tengah.
Tentu saja, pengalaman berharga di kelas 5 semakin menempa mental bertandingnya. Oleh karena itu, memasuki kelas 6, siswa MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa ini kembali membuktikan konsistensinya. Akhirnya, ia berhasil mengamankan tiket menuju kompetisi Olimpiade Madrasah Indonesia IPA tingkat nasional.
Dukungan Keluarga dan Fondasi Karakter Religius
Di sisi lain, langkah sukses Ghozian turut mendapat topangan kuat dari lingkungan rumahnya di Pekuncen, Wiradesa. Sebagai putra dari pasangan Masromin dan Nur Afidah, ia tumbuh dalam pengasuhan yang seimbang. Oleh karena itu, tumbuh kembangnya memadukan penalaran logis dan penanaman nilai agama.
Sementara itu, sang ayah yang berlatar belakang teknik kimia rutin mendampingi proses belajar sains dan penyelesaian soal secara analitis. Sedangkan sang ibu yang berlatar belakang kebidanan memberikan pendampingan dengan penuh ketelitian serta perhatian emosional.
Selain mengasah kecerdasan akademik, Ghozian senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan utama dalam menuntut ilmu. Sebab, ia meyakini bahwa kedekatan kepada Allah Swt. akan membukakan kemudahan dalam memahami berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, prinsip hidup tersebut ia wujudkan lewat kedisiplinan menjaga ibadah wajib dan sunah. Bahkan, di tengah padatnya jadwal belajar, ia tetap membiasakan diri beriktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan serta menjaga zikir harian.
Kepemimpinan Madrasah dan Harapan di Level Nasional
Mengenai pencapaian tersebut, Kepala madrasah, Muhammad Sukron, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi mendalam atas prestasi anak didiknya. Menurutnya, keberhasilan siswa MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa ini membuktikan bahwa kombinasi antara ikhtiar belajar, kedisiplinan, dan doa mampu membuahkan hasil manis.
Senada dengan hal itu, Ela Rahmawati, S.Pd., mengaku bangga atas ketekunan Ghozian sejak kelas 4. Oleh sebab itu, ia berharap anak didiknya dapat terus rendah hati dan menjaga semangat belajar saat berlaga di tingkat nasional nanti.
Sementara itu, Ghozian sendiri mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas bimbingan para guru serta doa dari orang tuanya. Oleh karena itu, ke depan, ia bertekad tampil maksimal di tingkat nasional sembari terus menjaga ibadah dan semangat menuntut ilmu.
Pada akhirnya, perjuangan Ghozian menjadi bukti nyata bahwa kecerdasan sains dapat berjalan seiring dengan penguatan akhlak dan karakter religius. Oleh sebab itu, kini seluruh keluarga besar madrasah memberikan dukungan penuh agar siswa MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa ini mampu menorehkan prestasi terbaik bagi daerah di panggung nasional.
Kontributor: Nanang
Editor: Akmal



