Berita

Ikhwanushoffa di Tegal: Jangan Kejar Gelar Haji Tapi Lupa Kewajiban Zakat

PWMJATENG.COM, TEGAL — Gedung Dakwah Muhammadiyah PDM Kabupaten Tegal menjadi saksi refleksi spiritual mendalam pada Ahad (1/3). Dalam gelaran Safari Ramadan yang diinisiasi oleh Lazismu Kabupaten Tegal, Ikhwanushoffa mengajak umat Islam untuk melakukan “audit amal” dengan merujuk pada Q.S. Al-Hasyr ayat 18.

Mengutip ayat yang memerintahkan manusia memperhatikan bekal untuk “hari esok”, Ikhwanushoffa menegaskan bahwa iman saja tidak cukup. “Masih ada orang yang mengaku beriman, tetapi belum bertakwa. Sebab, takwa itu adalah mempraktikkan ajaran agama dalam kehidupan nyata, bukan sekadar teori,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah.

Sorotan tajam diberikan terkait pelaksanaan Rukun Islam di Indonesia. Ikhwanushoffa menyayangkan minimnya kesadaran zakat dibandingkan antusiasme ibadah haji yang bersifat seremonial.

“Secara urutan, zakat dan puasa itu ada sebelum haji. Namun, sejak kecil kita lebih sering dilatih manasik haji daripada dibiasakan berzakat dan bersedekah. Ini pola pendidikan yang harus kita evaluasi bersama,” tegasnya.

Ia juga merujuk pada spirit Surah Al-Ma’un, yang mengingatkan bahwa ibadah salat bisa menjadi sia-sia jika seseorang abai terhadap anak yatim dan fakir miskin. Menurutnya, karakter “ringan tangan” harus dipupuk sejak dini agar menjadi identitas Muslim yang bertaqwa.

Lebih lanjut, Ikhwanushoffa mengkritisi budaya konsumtif masyarakat dalam penyelenggaraan resepsi pernikahan maupun tradisi pamitan haji yang seringkali menelan biaya fantastis.

“Untuk resepsi, orang rela mengeluarkan ratusan juta rupiah. Untuk pamitan haji, puluhan juta pun diusahakan. Namun, pernahkah kita memiliki keberanian untuk bersedekah dengan nominal yang setara?” tanya Ikhwanushoffa secara retoris.

Ia menekankan bahwa jika dana-dana seremonial tersebut dialihkan untuk zakat dan sedekah melalui lembaga resmi, dampaknya terhadap pengentasan kemiskinan akan jauh lebih masif. Safari Ramadan ini pun diakhiri dengan aksi nyata berupa penyerahan bantuan kepada sejumlah penerima manfaat (mustahik) di wilayah Kabupaten Tegal.

Kontributor: Rizky Maradona | Humas
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/