BeritaPWM Jateng

Halalbihalal PWM Jateng: Dr Tafsir Ungkap Kedekatan Hubungan Agama dan Budaya Muhammadiyah

PWMJATENG.COM, BATANG – Dr. KH. Tafsir, M.Ag. menyatakan bahwa Idulfitri di tanah air telah berkembang menjadi kekuatan budaya yang mempersatukan bangsa melalui tradisi silaturahmi yang panjang, sebagaimana ia sampaikan pada Halalbihalal PWM Jateng di Batang, Sabtu (11/4).

Menurut Dr. Tafsir, Idulfitri di Indonesia tidak hanya menjadi fenomena ibadah semata. Namun, momentum ini telah bertransformasi menjadi fenomena budaya yang sangat kuat. Hal tersebut tercermin dari tradisi silaturahmi yang terus bersambung jauh setelah salat Id berakhir.

Beliau menjelaskan bahwa Muhammadiyah memegang teguh prinsip untuk merawat tradisi lama yang relevan. “Kita memegang prinsip al-muhafazhah ‘ala al-qadîm ash-shâlih wal akhdzu bil jadîd al-ashlah, yakni memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik,” ujar Dr. Tafsir di hadapan para pengurus.

Hukum Adat dalam Islam dan Simbol Peci

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa posisi adat dalam Islam sangatlah istimewa. Dr. Tafsir menekankan bahwa kebiasaan baik di tengah masyarakat dapat menjadi pertimbangan hukum. Hal ini sejalan dengan kaidah ushul fikih yang cukup populer.

“Bahkan dalam beberapa hal, adat atau kebiasaan dapat memiliki posisi yang hampir setara dengan syariah, sebagaimana ungkapan al-‘âdah muhakkamah,” ungkapnya. Beliau kemudian mencontohkan penggunaan peci dalam forum resmi Muhammadiyah sebagai salah satu bukti konkret.

Meskipun secara syariah peci tidak wajib, namun tradisi tersebut tetap terjaga secara turun-temurun. Oleh karena itu, hubungan agama dan budaya Muhammadiyah terlihat sangat harmonis dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Haedar Nashir: Transformasi Takwa Menjadi Akhlak Publik

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., yang turut hadir, memperkuat narasi tersebut dengan menekankan pentingnya aktualisasi nilai agama dalam kehidupan sosial. Beliau mengingatkan agar umat tidak terjebak dalam jebakan materi atau “penyakit” keserakahan yang merusak tatanan bangsa.

“Taqwa itu abstrak, konkritnya ya dalam akhlak. Maka bisa tidak kita jadikan taqwa itu menjadi akhlak publik kita, akhlak kolektif kita,” tegas Haedar Nashir. Beliau juga mengajak warga persyarikatan untuk terus melakukan transformasi nilai-nilai Al-Qur’an menjadi tindakan nyata yang mencerahkan semesta.

Sinergi untuk Kemajuan Jawa Tengah

Sejalan dengan pesan tersebut, Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, memberikan apresiasi atas pilar pengabdian Muhammadiyah. Ia menilai bahwa organisasi ini telah membantu tugas pemerintah, terutama pada sektor kesehatan dan pendidikan. Sinergi ini menjadi modal penting untuk membentengi generasi muda dengan nilai keagamaan yang kuat.

Menutup rangkaian acara, Dr. Tafsir secara terbuka memohon maaf jika masih terdapat program pembangunan yang belum sepenuhnya terwujud. Ia berharap dukungan kolektif dari seluruh pimpinan wilayah dapat mempercepat realisasi kemajuan bagi masyarakat Jawa Tengah secara luas.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/