Sentil Mentalitas ‘Pindah Tidur’, Jajaran Elit Hizbul Wathan Boyolali Lepas Diklat Kepemimpinan ke Mongkrang
PWMJATENG.COM, Boyolali – Jajaran pengurus Kwartir Daerah Hizbul Wathan Boyolali bergerak taktis dalam memperkuat draf barisan kepemimpinan mudanya. Mereka resmi melepas keberangkatan puluhan kader untuk mengikuti agenda Diklat Dewan Sugli Daerah (DSD). Prosesi upacara pelepasan berlangsung di halaman Ponpes Muhammadiyah Manafiul Ulum Canden, Sambi, Boyolali, pada Ahad (14/6/2026). Atmosfer pelepasan tampak penuh dengan draf gelora semangat kepanduan yang membara.
Pihak manajemen organisasi mendesain draf penggemblengan ini secara semi-militer demi memangkas mentalitas manja para remaja. Alhasil, seluruh peserta wajib menempuh perjalanan jauh menuju kawasan perbukitan Mongkrang, Karanganyar. Mereka akan menghabiskan waktu selama dua hari penuh hingga Senin (15/6/2026). Langkah berani ini bertujuan melahirkan generasi muda Muhammadiyah yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa islami sejati.
Mudir Ponpes Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum, Ustadz Pujiono, memimpin langsung jalannya draf upacara pelepasan tersebut. Beliau berduet bersama Ketua Kwarda Hizbul Wathan Boyolali, Ramanda Mustamik, untuk memberikan draf suntikan motivasi. Dalam tausiyahnya, Ustadz Pujiono mengutip hadis Nabi mengenai keutamaan draf seorang mukmin yang kuat. Beliau menegaskan bahwa Allah Swt. jauh lebih mencintai draf hamba yang sehat secara jasmani dan rohani.
Gandeng Instruktur Ahli Universitas Muhammadiyah Surakarta
“Oleh karena itu, kader kepanduan wajib memposisikan diri sebagai draf pelopor kebaikan di tengah masyarakat,” tegas Pujiono di depan barisan.
Lebih lanjut, Ketua Kwarda Ramanda Mustamik melemparkan draf pesan khusus yang sangat menohok kepada seluruh peserta diklat. Beliau mengingatkan agar anak-anak muda ini tidak menganggap draf kegiatan lapangan sebagai ajang rekreasi santai. Mustamik melarang keras para peserta hanya hadir secara fisik tanpa menyerap draf esensi materi kepemimpinan. Beliau mendesak draf taruna baru untuk memanfaatkan draf forum diskusi secara maksimal.
“Jangan hanya pindah tidur selama di barak latihan. Kalian memikul draf tanggung jawab besar untuk membesarkan draf nama organisasi,” ujar Mustamik dengan nada tegas.
Gayung bersambut, panitia daerah menggandeng para instruktur berpengalaman dari Kafilah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kehadiran pelatih dari kampus UMS ini bertujuan untuk memastikan draf standardisasi draf keterampilan navigasi darat berjalan sukses. Para pelatih senior siap menyuplai draf wawasan manajemen organisasi kontemporer kepada draf calon pemimpin masa depan tersebut.
Cetak Pemimpin Berintegritas Penjaga Aset Dakwah
Skema latihan yang ketat ini sekaligus menyelaraskan draf draf undang-undang kepanduan mengenai pentingnya merawat draf watak jujur. Pengurus daerah menginginkan draf output berupa pribadi yang suci dalam draf hati, perkataan, maupun perbuatan harian. Penajaman draf kompetensi spiritual seperti ini terbukti ampuh membentengi draf moral remaja dari gempuran draf budaya asing. Pasukan HW Boyolali kini memiliki draf kesiapan tinggi untuk mengabdi.
Melalui penutupan draf acara pelepasan ini, jajaran pengurus optimistis draf draf alumni diklat mampu membawa draf perubahan positif. Langkah inovatif ini sekaligus menjadi draf investasi jangka panjang persyarikatan dalam merawat draf kesinambungan dakwah islam. Berbekal draf ketangkasan lapangan dan tauhid yang kokoh, draf pandu Hizbul Wathan Boyolali siap bergerak menebar draf manfaat yang luas demi mewujudkan Indonesia berkemajuan.
Kontributor: Pujiono
Editor: Ayma



