Guru Bukan Penjaga Toko, Tapi Penjemput Masa Depan

Oleh: Pujiono
Ketua FGM Kabupaten Boyolali
PWMJATENG.COM, Sekolah swasta tidak hidup dari sikap “menunggu”, melainkan dari keberanian untuk “menjemput”. Ini kenyataan yang kadang pahit, tetapi harus diakui bersama, terutama oleh para guru. Di tengah persaingan lembaga pendidikan yang semakin ketat, guru sekolah swasta tidak bisa lagi hanya berharap murid datang dengan sendirinya.
Kepercayaan masyarakat tidak jatuh dari langit. Ia lahir dari perjumpaan, komunikasi, dan kesungguhan. Maka guru hari ini dituntut untuk lebih hadir di tengah masyarakat: aktif berinteraksi dengan wali murid, terlibat dalam kegiatan sosial, menyapa, berdialog, dan menjelaskan visi sekolah dengan keyakinan. Ini bukan sekadar promosi, melainkan ikhtiar menyampaikan nilai dan keberpihakan sekolah terhadap masa depan anak-anak.
Logikanya sederhana. Dari 100 calon wali murid yang ditemui, mungkin tidak semuanya tertarik. Namun hampir pasti ada yang mulai percaya, ada yang ingin mencoba, bahkan ada yang merekomendasikan kepada orang lain. Peluang selalu lahir dari gerak. Sebaliknya, jika guru hanya menunggu di sekolah sementara kepercayaan publik belum kuat, maka peluang itu menjadi sangat kecil.
Guru yang turun tangan menjemput murid bukan berarti merendahkan martabat profesinya. Justru di situlah letak kemuliaannya. Guru sedang memperjuangkan keberlangsungan pendidikan, memastikan sekolah tetap hidup, dan ruang kelas tetap terisi. Ini bukan semata soal pemasaran, tetapi tentang tanggung jawab kolektif membesarkan lembaga pendidikan.
Sekolah besar hari ini pun berawal dari sekolah kecil. Bedanya, para gurunya mau bergerak, mau capek, dan mau turun langsung. Mereka tidak menunggu dipercaya, tetapi bekerja hingga pantas dipercaya. Dari langkah-langkah kecil itulah kepercayaan publik tumbuh.
Sudah saatnya guru sekolah swasta mengubah cara pandang: dari sekadar menunggu murid, menjadi penjemput masa depan. Sebab masa depan pendidikan tidak pernah menghampiri mereka yang hanya diam di tempat.
Solo Square, 1 Januari 2026
Editor: Al-Afasy



