Berita

Gempuran Junk Food Makin Masif, Nasyiatul Aisyiyah Batang Ajak Keluarga Kembali ke Pangan Lokal

PWMJATENG.COM, BATANG – Meningkatnya konsumsi makanan instan memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan jangka panjang bagi generasi muda di Kabupaten Batang. Menanggapi hal tersebut, PDNA Batang mengajak para orang tua untuk lebih kreatif menyajikan bekal sekolah sehat berbahan dasar pangan lokal yang mudah diperoleh di sekitar rumah.

Pangan lokal kini menjadi senjata utama para ibu di Batang untuk melawan gempuran jajanan tidak sehat. Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Batang menggelar lomba memasak di Pendopo Bupati, Minggu (7/6/2026), untuk menyajikan beragam menu kreatif yang menjawab tantangan gizi anak sekolah.

Inovasi Bekal Sekolah Sehat

Tujuh tim peserta sukses menyulap bahan pangan lokal menjadi hidangan menggugah selera. Mereka mengolah sayuran dan sumber protein hewani menjadi ide masakan pangan lokal yang praktis untuk bekal sekolah sehat.

Tim Tersono 2, misalnya, menyajikan konsep “Nasi Kuning Ceria”. Mereka memadukan steak ayam dengan olahan daun kelor yang kaya nutrisi. “Kami membuat ide bekal sekolah yang sehat. Kami memadukan steak ayam dan sayur daun kelor agar kebutuhan gizi anak terpenuhi,” ujar perwakilan tim, Lina.

Tim Wonotunggal menghadirkan abon dan sayuran dengan filosofi sumber kehidupan. Inovasi ini membuktikan bahwa menu bekal anak praktis tidak harus mahal atau instan. Orang tua bisa memanfaatkan bahan alami di sekitar rumah untuk memastikan asupan gizi anak tetap terjaga selama di sekolah.

Melawan Ancaman Junk Food

Masyarakat kini harus mewaspadai pergeseran pola konsumsi. Banyak produk makanan cepat saji mengandung kadar gula, garam, dan lemak jenuh yang tinggi. Jika keluarga mengonsumsi produk ini secara berlebihan, bahaya junk food bagi anak dapat memicu risiko obesitas hingga diabetes di masa depan.

Ketua PDNA Kabupaten Batang, Saobiatun, menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentengi anak dari pengaruh jajanan tidak sehat. “Keluarga berperan sebagai benteng pertama dalam membangun kebiasaan makan sehat. Anak-anak saat ini lebih akrab dengan makanan instan dan jajanan cepat saji,” tutur Saobiatun.

Gerakan ini bukan sekadar ajang kreativitas memasak. PDNA Batang ingin mengubah pola pikir masyarakat secara berkelanjutan. Mereka mendorong para kader untuk aktif mengampanyekan tips diet sehat keluarga yang berbasis bahan pangan lokal.

“Kami ingin anak-anak sejak dini mengenal bahwa makanan yang baik berasal dari bahan alami di sekitar rumah,” pungkas Saobiatun. Melalui edukasi ini, PDNA Batang berharap generasi masa depan tumbuh lebih sehat dengan fondasi nutrisi dari pangan lokal.

Kontributor: Mukhtarom
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *