Gelar Pesantren Digital, MPI PWM Jateng Hadirkan Produser TVMu dan Komisioner KPID, Ini Pesan Mereka!

PWMJATENG.COM, Surakarta – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar pelatihan jurnalistik video dan tulis di Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai jurnalistik dan praktik di lapangan.
Ketua MPI PWM Jateng, Rustam Aji, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari Pesantren Digital Ramadan dengan tema Transformasi Dakwah Digital: Menguatkan Narasi Islam Berkemajuan Melalui Jurnalisme Berkualitas.
“Tujuannya untuk memastikan tim media PWM Jateng memahami jurnalistik hingga ke ranah praktik,” ujar Rustam, Sabtu (22/3).
Sebanyak 70 peserta dari berbagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jateng, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta organisasi otonom Muhammadiyah turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Dua narasumber hadir dalam pelatihan tersebut, yakni Produser Eksekutif TVMu, Arina Nurrohmah, serta Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, Anas Syahirul Alim.
Dalam sesi pertama, Arina menjelaskan tantangan jurnalistik audio visual dan industri televisi saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi mengharuskan jurnalis video untuk memiliki keterampilan multitasking. Selain merekam peristiwa, mereka juga harus mampu menyunting video dan menulis naskah berita.
“Semakin multitasking, semakin dibutuhkan perusahaan,” ungkap Arina.

Ia juga menyoroti persaingan antara televisi dan media sosial. Saat ini, banyak media berita yang mulai memaksimalkan media sosial untuk menyebarkan informasi.
Baca juga, Wakil Ketua PWM Jateng Ibnu Hasan Tegaskan Kontribusi Muhammadiyah bagi Pembangunan Bangsa
“Mereka sadar bahwa penonton lebih banyak di media sosial dibandingkan televisi,” jelasnya.
Pada sesi kedua, Anas Syahirul Alim membawakan materi jurnalistik tulis dengan tajuk Menulis Itu Gampang. Ia menekankan pentingnya menggunakan sumber informasi yang kredibel dalam setiap pemberitaan. Jurnalis, katanya, harus berhati-hati dalam mengutip informasi dari media sosial.

“Harus cek dulu kebenarannya,” kata Anas.
Namun, ia menambahkan bahwa media sosial tetap dapat dijadikan sumber informasi asalkan berasal dari pihak yang kredibel, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pemberitaan tentang gempa.
Anas juga menekankan pentingnya teknik storytelling dalam menulis berita agar lebih menarik bagi pembaca.
“Kekuatan kita ada di storytelling-nya,” tegasnya.
Salah satu peserta asal Kudus, Jawa Tengah, Shoma Noor Firda Inayah, mengaku terkesan dengan materi yang disampaikan oleh kedua narasumber. Sebagai wartawan di PDM Kudus, ia melihat pelatihan ini sebagai bentuk kepedulian MPI PWM Jateng terhadap literasi kader Muhammadiyah.
“Semoga ada keberlanjutan. PDM dan PWM bisa saling berkolaborasi dalam memproduksi berita untuk TVMu dan eksis di kancah nasional,” pungkas Shoma.
Kontributor : Gede
Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha