Waspadai Gejala Penyakit Tidak Menular, UNIMUS dan RSUD Dadi Tjokrodipo Gelar Skrining Kesehatan Jemaat HKBP
PWMJATENG.COM, BANDAR LAMPUNG — Berbagai gejala penyakit tidak menular kerap mematikan karena sering muncul tanpa tanda-tanda yang jelas pada tahap awal. Warga kerap tidak menyadari bahaya tersebut hingga kondisi fisik mereka terlanjur memburuk.
Kondisi kritis inilah yang mendorong mahasiswa Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah (KMB) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS Semarang) mengambil langkah nyata. Mereka menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi preventif bagi warga di Gereja HKBP Tanjung Karang, Bandar Lampung.
Kolaborasi Kesehatan Lintas Sektor
Dalam kegiatan aksi sosial ini, tim mahasiswa KMB UNIMUS bekerja sama langsung dengan RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Sebanyak 41 jemaat berusia 40 tahun ke atas tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian skrining penyakit tidak menular.

Tim medis mengarahkan pemeriksaan pada penanganan deteksi dini hipertensi dan diabetes, asam urat, serta kolesterol tinggi. Melalui pengujian kadar gula darah sewaktu (GDS) dan tekanan darah, warga dapat mengenali lebih awal faktor risiko dislipidemia hingga gangguan kardiovaskular.
Tidak sekadar mengecek fisik, para mahasiswa juga memberikan konseling personal. Peserta mendapatkan penjelasan langsung mengenai arti angka medis mereka, panduan pola makan seimbang, hingga pentingnya menjaga kepatuhan minum obat.
Pentingnya Mengenali Gejala Penyakit Tidak Menular
Ketua Prodi Spesialis KMB UNIMUS, Ns. Yunie Armiyati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB., menegaskan bahwa masyarakat harus semakin peka terhadap kemunculan gejala penyakit tidak menular. Menurutnya, perawat spesialis wajib hadir di tengah masyarakat untuk melakukan promosi kesehatan secara mandiri.
“Pengabdian ini menjadi ruang nyata mahasiswa membawa kompetensi keperawatan ke tengah warga. Perawat tidak hanya bertugas saat pasien sudah sakit, tetapi juga bertanggung jawab mencegah komplikasi sejak awal,” tegas Yunie.
Yunie menambahkan bahwa tantangan gejala penyakit tidak menular kini semakin kompleks akibat gaya hidup modern. Karena itu, masyarakat perlu membangun budaya baru berupa pemeriksaan fisik secara berkala ke fasilitas kesehatan terdekat.
Edukasi Langsung untuk Perubahan Pola Hidup
Pelaksanaan acara diawali dengan proses pendataan peserta secara sistematis. Setelah itu, warga menjalani pemeriksaan fisik cepat menggunakan alat point-of-care testing untuk memperoleh hasil yang akurat.
Selesai tes, tim mahasiswa langsung berdialog interaktif dengan setiap peserta. Arief, perwakilan mahasiswa spesialis KMB UNIMUS, menjelaskan bahwa pemahaman warga jauh lebih penting daripada sekadar angka di kertas hasil tes.
“Deteksi dini baru akan bermakna jika diikuti perubahan perilaku nyata. Oleh sebab itu, kami mengajak warga berdiskusi mengenai kebiasaan sehari-hari yang perlu mereka perbaiki,” ujar Arief.
Inisiatif kolaboratif ini menjadi bukti nyata bahwa deteksi dini gejala penyakit tidak menular membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak. Sinergi antara kampus, rumah sakit, dan lembaga keagamaan ini diharapkan terus berlanjut demi menciptakan masyarakat yang lebih sehat.
Kontributor: Prima Trisna Aji
Editor: Akmal



