Fisioterapis Persib Lulus Profesi Fisioterapi UMPP, Benediktus Puji Inklusivitas Kampus Muhammadiyah
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Fisioterapis Persib Bandung, Benediktus, resmi mengangkat sumpah profesi di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Senin (28/9/2026). Di tengah padatnya jadwal mengawal klub sepak bola profesional, ia berhasil menyelesaikan Program Profesi Fisioterapi UMPP usai lulus ujian kompetensi nasional.
Keputusan kembali ke bangku kuliah lahir dari dorongan untuk terus mengasah kapasitas profesionalnya. Rekomendasi dari rekan sejawat serta rekam jejak alumni UMPP mantap membulatkan tekadnya menuntut ilmu di Pekalongan, meski harus membagi waktu dengan aktivitas di Kota Bandung.
“Saya sudah menyelesaikan tiga program S1 sebelum melanjutkan profesi di UMPP. Banyak rekan merekomendasikan kampus ini karena sistem pengajarannya sangat berkualitas,” kata Fisioterapis Persib tersebut.
Membagi Waktu Antara Klub dan Perkuliahan
Rutinitas Fisioterapis Persib ini terbilang padat sepanjang masa studi. Selain mendampingi skuad Persib Bandung di kompetisi nasional, ia mengelola dua klinik fisioterapi, yakni Bintang Physio dan Kinestera.
Tuntutan penanganan cedera atlet profesional mendorongnya memperbarui pengetahuan klinis secara konsisten. Selama dua semester menempuh jalur profesi, ia merasakan iklim akademik yang interaktif dan responsif terhadap tantangan lapangan.
Dosen di kampus Muhammadiyah ini aktif memacu mahasiswa berpikir kritis. Pendekatan diskusinya langsung menyasar solusi praktis atas berbagai kasus cedera yang kerap muncul di dunia olahraga.
Pengalaman Mahasiswa Katolik di Kampus Muhammadiyah
Pengalaman paling membekas dirasakan Benediktus terkait keberagaman di lingkungan kampus. Sebagai pemeluk agama Katolik, Fisioterapis Persib ini sempat menyimpan kekhawatiran sebelum memulai perkuliahan.
Namun, keraguan tersebut pupus seiring berjalannya proses belajar-mengajar di UMPP. Seluruh civitas akademika menyambut dan merangkul kehadirannya tanpa membedakan latar belakang keyakinan.
“Awalnya saya mengira perbedaan agama akan menjadi hambatan. Ternyata teman-teman, dosen, hingga pimpinan UMPP sangat merangkul dan menghargai saya,” tutur Fisioterapis Persib itu.
Suasana inklusif tersebut membuatnya fokus mengembangkan potensi akademik hingga tuntas. Pengalaman ini membuktikan toleransi dan keterbukaan yang tinggi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.
Angkatan Pertama Lulus 100 Persen
Kelulusan angkatan pertama Program Profesi Fisioterapi UMPP mencatatkan hasil sempurna dengan kelulusan 100 persen. Prestasi kolektif ini memperkuat semangat Fisioterapis Persib tersebut untuk memperluas jangkauan pelayanannya.
Gelar profesi baru ini menjadi modal berharga baginya dalam mengabdi kepada masyarakat luas. Ia berkomitmen menerapkan ilmu terapan tersebut untuk penanganan pasien umum maupun atlet profesional.
“Harapannya ilmu dari UMPP ini dapat saya terapkan secara nyata untuk masyarakat di Bandung, Pekalongan, dan Indonesia,” ujar Fisioterapis Persib tersebut.
Pesan Rektor UMPP tentang Kemanusiaan
Rektor UMPP, Dr. Nur Izzah, menegaskan bahwa lencana profesi menyimbolkan amanah besar dalam bidang kesehatan. Ia berpesan agar seluruh lulusan senantiasa menjaga nilai humanisme saat melayani masyarakat.
Nur Izzah mengingatkan para fisioterapis untuk memegang teguh sumpah profesi tanpa memandang perbedaan latar belakang. Tugas tenaga kesehatan berfokus penuh pada nilai kemanusiaan universal.
“Saudara telah berjanji tidak akan membeda-bedakan suku, ras, maupun golongan dalam memberikan pelayanan,” tegas Nur Izzah menutup prosesi.
Kontributor: Fakhrudin Nanang
Editor: Akmal



