FHIP UMS Raih Peringkat 3 Fakultas Hukum Swasta Terbaik Nasional Versi Scimago 2026

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Berdasarkan publikasi Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026, FHIP UMS menempati peringkat ke-3 sebagai fakultas hukum perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia serta menjadi yang terbaik di Provinsi Jawa Tengah.
Capaian ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada pemeringkatan 2024, FHIP UMS berada di posisi kelima, sementara pada 2026 berhasil naik menjadi tiga besar nasional.
Scimago Institutions Rankings merupakan pemeringkatan global yang mengevaluasi ribuan institusi pendidikan tinggi di dunia dengan metodologi berbasis data. Penilaian dilakukan melalui tiga indikator utama, yaitu kinerja penelitian (research), luaran inovasi (innovation), serta dampak sosial (societal impact) yang diukur melalui visibilitas digital.
Didukung Publikasi dan Kolaborasi Internasional
Dekan FHIP UMS, Prof. Dr. Kelik Wardiono, S.H., M.H., menjelaskan bahwa capaian pada kategori subjek hukum (Law) didorong oleh peningkatan signifikan jumlah publikasi ilmiah yang terindeks secara internasional.
Menurutnya, peningkatan tersebut juga diperkuat oleh kualitas sitasi karya ilmiah yang tinggi sehingga memperkuat posisi fakultas dalam indikator publikasi berkualitas.
“Selain itu, FHIP UMS juga menunjukkan performa unggul pada indikator kolaborasi internasional. Persentase karya ilmiah yang dihasilkan melalui kerja sama dengan peneliti mancanegara mengalami peningkatan signifikan,” ujarnya, Selasa (10/3).
Ia menambahkan bahwa hal tersebut menunjukkan kajian hukum yang dihasilkan sivitas akademika FHIP UMS memiliki relevansi serta daya saing dalam diskursus keilmuan global.
Unggul pada Inovasi dan Dampak Sosial
Pada aspek inovasi, FHIP UMS mencatatkan skor kuat pada indikator luaran inovasi yang mengukur sejauh mana hasil penelitian berkontribusi pada pengembangan kebijakan maupun ketika dikutip dalam dokumen paten dan praktik hukum.
Sementara pada pilar dampak sosial, FHIP UMS juga menonjol melalui visibilitas digital serta keterlibatan publik. Indikator ini menilai efektivitas penyebaran informasi ilmiah melalui berbagai kanal digital.
Kelik menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam memperkuat ekosistem riset yang berdampak.
“Pencapaian dalam Scimago Institutions Rankings 2026 ini merupakan hasil kerja keras dosen dan mahasiswa dalam memperkuat ekosistem riset yang berdampak. Setiap kajian hukum yang lahir diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan hukum di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat posisi UMS sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di bidang hukum dan ilmu politik di Indonesia.
Dengan dirilisnya data SIR 2026, peta pendidikan tinggi di Indonesia menunjukkan kompetisi yang semakin sehat. Perguruan tinggi swasta seperti UMS terbukti mampu bersaing dengan universitas negeri dalam standar riset, inovasi, dan dampak keilmuan di tingkat global.
“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata konsistensi institusi dalam menjaga standar mutu pendidikan yang selaras dengan kriteria global,” tutup Kelik.
Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy



