Lolos Program Kemendiktisaintek, Tim FEB UMP Sulap Ampas Tahu di Desa Kalisari Jadi Produk Berdaya Saing
PWMJATENG.COM, PURWOKERTO — Tim dosen dan mahasiswa FEB UMP sukses menembus seleksi nasional Program Mahasiswa Berdampak skema Aksara Mahasiswa Peduli dari Kemendiktisaintek. Keberhasilan kompetisi tingkat nasional tersebut mengawali langkah nyata civitas akademika FEB UMP dalam mendampingi pengrajin tahu serta tim penggerak PKK di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Solusi Limbah Ampas Tahu Banyumas
Melalui program bertajuk penguatan ekonomi sirkular ampas tahu, tim FEB UMP mengabdi di Desa Kalisari sejak 24 Oktober hingga Desember 2026. Desa Kalisari sendiri memegang peranan penting sebagai sentra produksi tahu terbesar di Kabupaten Banyumas.
Sayangnya, sebagian besar pengrajin lokal masih menjual ampas tahu sebagai bahan mentah murah. Hanya sedikit warga yang memanfaatkan limbah tersebut menjadi produk bernilai tambah seperti kerupuk. Melihat peluang besar ini, tim FEB UMP merangkul Kelompok Pengrajin Tahu Sari Delai dan PKK Desa Kalisari untuk mengoptimalkan potensi ekonomi desa.
Pengakuan Kualitas Gagasan Akademisi
Dekan FEB UMP, Prof. Dr. Naelati Tubastuvi, S.E., M.Si., mengapresiasi pencapaian bergengsi tersebut. Kemenangan ini membuktikan daya saing gagasan ilmiah FEB UMP di tingkat nasional.
“Program Mahasiswa Berdampak menerapkan seleksi ketat di tingkat nasional. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan dosen dan mahasiswa FEB UMP dalam merancang solusi nyata bagi masyarakat,” tegas Naelati. Pihaknya berharap pendampingan FEB UMP ini mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Assoc. Prof. Bima Cinintya Pratama, Ph.D., memimpin tim dosen pendamping ini bersama Maulida Nurul Innayah, Ph.D., dan Dwi Winarni, M.Sc. Selain itu, sebanyak 27 mahasiswa FEB UMP terjun langsung mengawal lima divisi kerja di lapangan.
Pendampingan Terukur Berbasis Data Real-Time
Bima menegaskan bahwa tim FEB UMP menerapkan sistem evaluasi berbasis data pada setiap tahapan kegiatan. Mahasiswa mengukur perkembangan kondisi mitra pada awal, tengah, hingga akhir masa pendampingan.
Pada tahap awal, mahasiswa FEB UMP telah mendata puluhan pengrajin tahu dan anggota PKK secara langsung dari rumah ke rumah. Selanjutnya, tim memilih 24 pengrajin fokus untuk menjalani pemantauan mutu produk, kebersihan pencatatan, hingga legalitas usaha secara berkala. Pendampingan intensif ini mencakup penetapan takaran baku, perbaikan kemasan berlabel, serta perluasan akses pasar.
Sementara itu, kelompok PKK Desa Kalisari mengikuti pelatihan manajemen keuangan rumah tangga melalui workshop Bijak Arta. Melalui pelatihan ini, peserta belajar mengukur kesehatan finansial, menata angsuran, serta menyiapkan dana darurat. FEB UMP juga mencetak kader keuangan mandiri di setiap kelompok kerja PKK.
Seluruh rangkaian aksi FEB UMP ini mempertegas komitmen pengabdian masyarakat berkelanjutan hingga akhir tahun. Aktivitas ini membuktikan peran aktif FEB UMP dalam menghadirkan inovasi akademik demi menggerakkan roda ekonomi warga lokal.
Kontributor: Chy
Editor: Akmal



