Busyro Muqoddas Siapkan Pemulihan Psikologis bagi Santri Hamalatul Qur’an

PWMJATENG.COM, SUKOHARJO – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Busyro Muqoddas mendatangi Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (1/11/2026) sore. Kedatangan tokoh nasional tersebut bertujuan menawarkan pendampingan serta pemulihan psikologis secara gratis bagi para santri yang terdampak penggerebekan.
Langkah taktis Busyro Muqoddas ini memperluas fokus penanganan kasus penggerebekan ponpes Sukoharjo agar tidak semata-mata berhenti pada aspek hukum semata. Mantan Ketua KPK itu menilai trauma emosional santriwati serta jaminan rasa aman anak-anak di lingkungan pendidikan wajib menjadi prioritas utama penanganan pascaperistiwa.
Mengoptimalkan Ekosistem Kesehatan Muhammadiyah
Guna merealisasikan bantuan trauma healing tersebut, Busyro Muqoddas bakal menerjunkan tim profesional dari ekosistem pendidikan tinggi dan rumah sakit Muhammadiyah. Organisasi Islam ini memobilisasi para ahli psikologi untuk mendampingi santri Hamalatul Qur’an secara bertahap.
Pendekatan Busyro Muqoddas menekankan pentingnya keramahan proses pemulihan bagi anak-anak. Tim ahli tidak akan memberikan tekanan emosional baru atau memaksa para santri menceritakan ulang pengalaman traumatis selama proses pemeriksaan.
Menjaga Pesantren sebagai Ruang Aman Anak
Upaya Busyro Muqoddas ini menegaskan komitmen PP Muhammadiyah dalam menjaga ruang aman santri di lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Proses pemulihan yang berlanjut memastikan seluruh santri Hamalatul Qur’an dapat kembali belajar tanpa dibayangi rasa takut maupun kecemasan.
Selanjutnya, pelaksanaan teknis dan pengerahan tenaga pendamping dari Muhammadiyah akan diselaraskan bersama pengasuh pesantren. Sinergi ini menjamin hak-hak perlindungan santri Hamalatul Qur’an terpenuhi secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Kontributor: Ahimza
Editor: Akmal



