Berita

Enam Bulan di UMS, Fakultas Geografi Asah Pengalaman Internasional Mahasiswa UKM

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Fakultas Geografi UMS terus memperkuat jejaring global melalui program Student Inbound Mobility yang melibatkan mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Para peserta asal Negeri Jiran tersebut akan menimba ilmu sekaligus mendalami budaya lokal selama enam bulan di Kampus Surakarta.

Langkah ini menjadi komitmen nyata pengelola kampus dalam memperluas jangkauan akademis internasional. Pihak fakultas memastikan seluruh peserta memperoleh hak serta fasilitas belajar yang setara dengan mahasiswa reguler.

Skema Transfer Kredit Penuh Bagi Mahasiswa Malaysia

Dekan Fakultas Geografi UMS, Prof. Jumadi, Ph.D., menegaskan bahwa para peserta pertukaran sudah menjadi bagian utuh dari sivitas akademika. Oleh karena itu, pimpinan fakultas mendorong mahasiswa UKM untuk merasa seperti di kampus sendiri selama menempuh studi.

“Selama enam bulan di sini, mereka adalah mahasiswa UMS. Karena itu, saya meminta mereka untuk menganggap UMS sebagai kampus mereka juga,” ujar Jumadi saat memberikan keterangan, Kamis (24/9/2026).

Mulai tahun ini, Fakultas Geografi UMS menerapkan skema transfer kredit penuh selama satu semester. Melalui kebijakan ini, sistem akan mengakui seluruh nilai mata kuliah secara otomatis untuk mendukung kelancaran studi mahasiswa di UKM.

Selama periode program, para peserta akan menempuh sembilan mata kuliah unggulan. Pengelola program merancang materi kuliah mulai dari Geomorfologi Dasar, Pengolahan Citra Digital, Analisis dan Pemodelan Spasial, hingga Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 1.

Guna mendukung kelancaran proses belajar-mengajar, pengajar menggunakan pengantar bahasa Inggris dalam materi dan presentasi. Pendekatan bahasa internasional ini menjembatani perbedaan istilah akademis antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu.

Penguatan Jejaring Internasional dan Akulturasi Budaya

Sementara itu, Wakil Dekan 1 Fakultas Geografi UMS, Dr. Choirul Amin, M.M., mengajak para peserta untuk mengoptimalkan ruang interaksi sosial. Beliau menekankan pentingnya menyerap kearifan lokal di luar aktivitas ruang kelas.

“Jangan hanya belajar secara akademiknya, tapi juga belajar budayanya. Termasuk mengenal mahasiswanya, bahasa, dan lain-lain,” tutur pria yang akrab disapa Pak Choi tersebut.

Interaksi intensif antara mahasiswa lokal dan mancanegara memperluas wawasan kebudayaan kedua belah pihak. Selain itu, kolaborasi ini membuka peluang pembentukan jejaring profesional internasional sejak dini.

Rombongan mahasiswa UKM telah tiba di Kota Solo pada Minggu (20/9/2026). Pihak pengelola menyambut kedatangan mereka secara resmi melalui acara welcoming di Ruang Al-Idrisi pada Selasa (22/9/2026).

Kontributor: Yusuf
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *