Berita

Demokrasi Digital, E-Voting SMP Muhammadiyah 3 Semarang Cetak Pemimpin Berkarakter Islami

PWMJATENG.COM, SEMARANG – SMP Muhammadiyah 3 Semarang resmi mengimplementasikan sistem e-voting canggih dalam ajang pemilihan ketua organisasi otonom (Ortom) tingkat sekolah. Inovasi digitalisasi tanpa kertas ini menjadi langkah strategis institusi dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kepemimpinan karakter Islami.

Aksi nyata ini berlangsung meriah di kompleks sekolah pada Jumat (25/9/2026). Ratusan siswa tampak berbaris rapi menunggu giliran masuk ke bilik suara digital.

Pesta demokrasi sekolah ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Panitia mencatat sebanyak 511 orang terdaftar sebagai pemilih sah. Jumlah ini mencakup 461 siswa, 40 guru dan karyawan, serta 10 guru PPL.

Antusiasme warga sekolah terlihat sangat tinggi selama kegiatan. Dari total daftar pemilih, panitia berhasil menghimpun 474 suara sah yang masuk ke sistem. Tingkat partisipasi tersebut menjadi bukti suksesnya e-voting SMP Muhammadiyah 3 Semarang.

Belajar Demokrasi Sejak Dini Lewat Digitalisasi

Agenda besar e-voting SMP Muhammadiyah 3 Semarang ini terwujud berkat kerja keras koordinator acara, M. Reza Ariyanto, S.Pd., Gr., dan Fitri Setiyani. Keduanya merancang sistem pemilihan tanpa kertas agar berjalan lancar. Fitri bahkan mengawal langsung jalannya proses modern tersebut di lapangan.

Ia memastikan setiap anak dapat beradaptasi dengan metode digital secara baik. “Semua proses kita pakai komputer, jadi sudah tidak pakai kertas lagi,” ujar Fitri di lokasi acara.

Langkah berani ini sekaligus membuka jalan bagi siswa untuk belajar demokrasi sejak dini. Fitri melihat perubahan positif dari transisi digital bagi para pemilih pemula. Pemanfaatan e-voting SMP Muhammadiyah 3 Semarang ini membuat siswa belajar menerapkan sistem demokratis secara efisien.

Meneladani Sifat Nabi dalam Kepemimpinan

Meski berbasis teknologi canggih, ruh kegiatan e-voting SMP Muhammadiyah 3 Semarang tetap berakar pada nilai-nilai spiritual. Sekolah sedang menyiapkan fondasi moral bagi para calon pemimpin masa depan. Melalui hak suara ini, kesadaran berorganisasi siswa tumbuh secara bertahap.

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Semarang, Rojudin, S.Pd., M.Si., mendukung penuh langkah strategis tersebut. Ia menegaskan bahwa sistem komputasi melatih kejujuran dan rasa tanggung jawab siswa. “Satu suara untuk satu siswa melatih mereka berdemokrasi secara jujur,” ungkap Rojudin.

Lebih dari sekadar teknis pemungutan suara, Rojudin menyimpan harapan besar bagi anak didiknya. Ia ingin siswa mampu meresapi sekaligus mempraktikkan sifat nabi dalam kepemimpinan. Teladan agung ini menjadi kunci utama pembentukan karakter siswa.

“Kami berharap calon pemimpin bangsa ini meniru sifat nabi, yaitu amanah, tabligh, dan fathonah,” jelas Rojudin.

Prinsip memimpin secara adil tanpa membedakan gender turut bergema sepanjang acara. Rojudin optimistis penerapan e-voting SMP Muhammadiyah 3 Semarang mampu melahirkan generasi muda yang memimpin dengan karakter Islami kuat.

Kontributor: Adib Abyan
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *