Kembangkan Desa Sehat Mandiri Aisyiyah, FIK UMS Perkuat Kapasitas Pos Lansia Joyotakan Surakarta

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FIK UMS) menggerakkan program inovatif. Oleh karena itu, tim dosen tersebut mendampingi Pos Lansia Aisyiyah Cempaka Sehat di Kelurahan Joyotakan. Pendampingan ini bertujuan mewujudkan Desa Sehat Mandiri Aisyiyah (DSMA) PRA Joyotakan secara optimal.
Guru Besar Kesmas FIK UMS Prof. Dr. Yuli Kusumawati, S.K.M., M.Kes. (Epid.) memimpin langsung jalannya program strategis ini. Selanjutnya, program tersebut mengusung skema Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M). Melalui skema itu, para akademisi berkolaborasi erat dengan pengurus ranting setempat. Alhasil, mereka merancang langkah taktis guna mendongkrak kualitas kesehatan warga lanjut usia.
Kegiatan perdana berlangsung sukses pada tanggal 1 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, acara menghadirkan sesi pemaparan materi komprehensif mengenai konsep dasar Desa Sehat Mandiri Aisyiyah. Melalui sesi itu, narasumber membedah tujuan, manfaat, serta cetak biru agenda kerja jangka panjang. Di samping itu, para peserta menyimak materi dengan antusias tinggi sepanjang acara.
Peran Strategis Kader dan Agen Perubahan Kesehatan
Konsep Desa Sehat Mandiri Aisyiyah merupakan program unggulan Pimpinan Pusat Aisyiyah. Selain itu, program ini menggerakkan ranting-ranting organisasi untuk membangun kemandirian kesehatan masyarakat. Kader-kader Aisyiyah berfungsi sebagai rujukan utama warga dalam memperoleh edukasi medis dasar. Bahkan, mereka juga aktif mengkampanyekan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di tengah lingkungan permukiman.
Di samping itu, para kader gencar mempromosikan upaya pencegahan penyakit menular maupun tidak menular. Mereka turut mengawal perbaikan gizi keluarga serta mengawasi terciptanya lingkungan pemukiman yang higienis. Secara berkala, para kader secara rutin mengingatkan warga agar rajin berolahraga setiap pekan. Kemudian, mereka juga mengedukasi masyarakat untuk berhenti merokok demi kesehatan perokok pasif.
Prof. Yuli menjelaskan bahwa penyampaian materi ini membekali pemahaman utuh bagi para pengurus ranting. Dengan demikian, para pengurus Pos Lansia Aisyiyah Cempaka Sehat kini siap berperan aktif sebagai motor penggerak lingkungan. Konsep Desa Sehat Mandiri Aisyiyah menempatkan Pimpinan Ranting Aisyiyah sebagai agen perubahan nyata. Terlebih lagi, ranting tingkat kelurahan ini memegang kendali penuh dalam menggerakkan budaya hidup sehat.
Sinergi Akademisi dan Masyarakat Wujudkan Keberlanjutan
Pimpinan Ranting Aisyiyah Joyotakan yang berada di bawah naungan PCA Solo Selatan menjadi lokasi utama kegiatan. Di lokasi tersebut, pengurus ranting serta puluhan kader Pos Lansia mengikuti agenda ini secara khidmat. Kehadiran para peserta mencerminkan komitmen tinggi dalam memajukan kesejahteraan warga senior. Oleh sebab itu, sinergi lintas elemen ini memperkuat implementasi program kesehatan yang berkelanjutan di Surakarta.
Kolaborasi produktif antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat akar rumput menciptakan dampak positif jangka panjang. Berkat kolaborasi ini, para akademisi mentransfer ilmu pengetahuan praktis langsung kepada masyarakat luas. Warga menyambut baik pendampingan intensif tersebut sebagai solusi konkret peningkatan taraf hidup. Berdasarkan hal tersebut, keberadaan program ini menjawab berbagai tantangan kesehatan di usia senja.
Prof. Yuli menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal keberhasilan program pengabdian masyarakat tersebut. Melalui komitmen ini, tim dosen FIK UMS berupaya memastikan Pos Lansia Aisyiyah Cempaka Sehat terus berkembang secara mandiri. Amal usaha milik PRA Joyotakan itu kini memiliki kapasitas operasional yang jauh lebih matang. Pada akhirnya, seluruh rangkaian Desa Sehat Mandiri Aisyiyah diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat Surakarta.
Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy


