Editorial

Dari Wujudul Hilal ke Kalender Hijriah Global Tunggal: Alasan dan Pertimbangan

PWMJATENG.COM – WH (Wujudul Hilal) adalah metode penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah yang telah lama digunakan oleh Muhammadiyah. Kini, metode tersebut digantikan oleh KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal). Selama ini, WH diterapkan dalam lingkup lokal Indonesia saja. Sementara itu, KHGT adalah metode penentuan awal bulan terbaru yang digunakan sejak Muharam 1446 H dan berlaku secara global. KHGT merupakan inovasi progresif Muhammadiyah yang ditujukan untuk umat Islam di seluruh dunia.

Perbedaan Konsep WH dan KHGT

Secara konsep dan metode, terdapat beberapa perbedaan antara WH dan KHGT:

  1. Lingkup Implementasi: WH digunakan dalam lingkup lokal Indonesia dan menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah. Sebaliknya, KHGT diterapkan secara global dan ditujukan untuk seluruh umat Muslim di dunia, menawarkan solusi untuk permasalahan penentuan awal bulan di dunia Islam.
  2. Parameter Penentuan: WH menggunakan hisab an sich (ijtimak dan posisi bulan di atas ufuk). KHGT mengombinasikan hisab dan rukyat (imkan rukyat) dengan parameter ketinggian hilal 5 derajat dan sudut elongasi 8 derajat. Peralihan dari hisab an sich ke rukyat dan hisab imkan rukyat adalah langkah besar dan bersejarah bagi Muhammadiyah.
  3. Lokasi Pengamatan Hilal: Dalam WH, hilal yang muncul di atas ufuk sebagai penanda awal bulan hanya berlaku dalam wilayah Indonesia. Sedangkan dalam KHGT, penentuan awal bulan dilakukan saat pertama kali ambang batas 5-8 terpenuhi di mana saja di dunia, kemudian diberlakukan secara global dengan beberapa ketentuan dan pengecualian.
  4. Asal-usul Metode: WH dirumuskan oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah, sedangkan KHGT berakar dari hasil putusan Muktamar Turki 2016 yang melibatkan para pakar dan ulama dari berbagai negara.

Baca juga, Telah Terbit! Download Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1446 H

Alasan Penggunaan KHGT oleh Muhammadiyah

Ada beberapa pertimbangan besar Muhammadiyah dalam mengadopsi KHGT:

  1. Kesepakatan Global: KHGT adalah hasil konsensus para ahli dan ulama yang menetapkan konsep kalender global-tunggal dengan parameter global. Muktamar Turki 2016 merupakan momentum penting bagi Muhammadiyah untuk mengadopsi konsep ini setelah dilakukan analisis dan pengkajian mendalam.
  2. Alasan Strategis-Praktis: Mengumpulkan para ahli dari berbagai negara dan menghasilkan keputusan yang komprehensif tentang kalender Islam global-tunggal bukanlah hal mudah. Konsensus ini menjadi faktor kuat bagi Muhammadiyah untuk mengadopsi hasil putusan Muktamar Turki 2016.
  3. Proses Pengkajian Panjang: KHGT tidak hadir tiba-tiba, melainkan melalui proses pengkajian yang panjang. Keputusan ini merupakan hasil rumusan dan pengkajian intens dan komprehensif.
  4. Pengakomodiran Rukyat: KHGT mengakomodasi rukyat atau imkan rukyat, yang masih dominan di dunia Islam. Ini menjadi solusi dan jalan tengah antara paham rukyat dan hisab. Meskipun Muhammadiyah percaya bahwa hisab an sich sudah cukup, pertimbangan strategis-psikologis membuat mereka menerima rukyat atau imkan rukyat 5-8.
Implementasi KHGT di Muhammadiyah

Beberapa lembaga Muhammadiyah rutin mengamati hilal (rukyat) setiap bulan, seperti Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) di Medan, Pusat Astronomi Universitas Ahmad Dahlan (Pastron UAD) di Yogyakarta, dan Observatorium Unismuh di Makassar. Hasil pengamatan ini sering digunakan oleh pihak lain, menegaskan kontribusi Muhammadiyah dalam khazanah Islam.

Pilihan Muhammadiyah untuk beralih dari WH ke KHGT menunjukkan fleksibilitas dan keterbukaan dalam masalah fikih. Ini menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak pernah menolak rukyat dan tetap menghargai tradisi tersebut. Pilihan ini didasarkan pada pertimbangan dalil dan maslahat, baik dalam lingkup lokal maupun global. Ini adalah keputusan yang terbuka untuk dikritisi dan dievaluasi. Wallahu a’lam.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE