Cegah Pernikahan Dini, PCNA Wanadadi Sukses Bidani Gerakan “GAJAH ASIK”

PWMJATENG.COM, BANJARNEGARA – Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Wanadadi sukses meluncurkan kegiatan GAJAH ASIK (Gerakan Bocah Aja Nikah Gasik), Minggu (1/2/2026). Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Wanadadi, program ini hadir sebagai respons konkret atas maraknya praktik pernikahan usia dini yang berdampak pada kualitas kesehatan dan masa depan generasi muda.
Ketua PCNA Wanadadi, Ika Fitriana, menegaskan bahwa agenda ini bertujuan membekali remaja agar lebih siap merencanakan masa depan. “Melalui GAJAH ASIK, kami ingin menunda pernikahan dini guna mencegah stunting serta mendorong kader Nasyiah agar terus melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya,” ujarnya.
Bekerja sama dengan Puskesmas Wanadadi, acara dimulai dengan screening kesehatan remaja meliputi pengecekan tekanan darah dan indeks massa tubuh. Hal ini penting untuk memastikan kesiapan fisik remaja sebelum memasuki usia dewasa.
Sesi materi menghadirkan dua perspektif utama:
- Kesehatan: Atmini dari Puskesmas Wanadadi menjelaskan risiko kehamilan di usia terlalu muda yang mengancam keselamatan ibu dan bayi.
- Keagamaan: Dewi Kholifah dari KUA Wanadadi membedah kesiapan mental dan tanggung jawab membangun keluarga dalam perspektif hukum Islam.
Ketua Bidang Advokasi PDNA Banjarnegara, Dwi Satriani Begi Mawinidi, berharap GAJAH ASIK dapat diduplikasi oleh 25 cabang lainnya di Banjarnegara. Senada dengan itu, Camat Wanadadi, Dadar Susadi, berpesan agar peserta menjadi “agen perubahan” bagi teman sebaya mereka.
Ketua PCM Wanadadi, Bambang Sutikno, memberikan apresiasi tinggi dan mengusulkan program lanjutan seperti “GAJAH PINDAH” (Gerakan Anak Pintar Dakwah). Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ditutup dengan komitmen kolektif untuk mencetak remaja Wanadadi yang sehat, berdaya, dan visioner.
Kontributor: Syu’bi Nurdiyanti | Humas
Editor: Al-Afasy



