Sering Keliru, Ini Cara Menyimpan Obat yang Benar di Rumah agar Tidak Rusak dan Berubah Jadi Racun
PWMJATENG.COM, KLATEN – Masih banyak warga yang keliru menyimpan sisa obat di rumah hingga justru memicu zat beracun yang membahayakan kesehatan keluarga. Fakta memprihatinkan ini mendorong Prodi DIII Farmasi Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) melatih puluhan kader posyandu dan bidan desa di Balai Pertemuan Desa Pengkol, Klaten Selatan, Rabu (17/6/2026), lewat panduan praktis metode DAGUSIBU.
Jangan Asal Buang, Kenali Bahaya Limbah Obat
Banyak masyarakat belum menyadari bahwa kecerobohan dalam membuang sisa obat dapat memicu bahaya limbah obat yang merusak lingkungan. Merespons masalah tersebut, workshop DAGUSIBU di Klaten hadir memberikan solusi nyata mengenai tata cara pengelolaan obat di rumah tangga yang aman bagi seluruh anggota keluarga.
Di Balai Pertemuan Desa Pengkol, para kader posyandu dan bidan desa antusias memilah obat menggunakan simulasi kotak kardus. Mereka mempraktikkan langsung cara memperlakukan salep, tablet, hingga sirup agar tidak menimbulkan efek samping salah penggunaan obat di kemudian hari.
“Pengelolaan obat yang tepat di rumah tangga sangat penting untuk dipahami oleh masyarakat karena dapat meningkatkan kualitas hidup melalui pengelolaan obat yang tepat dilingkungan keluarga,” ujar Ketua Pelaksana Workshop, Apt. Rahmi Nurhaini, S. Far., M. Farm.

Tips Praktis Cara Menyimpan Obat yang Benar
Dalam simulasi interaktif itu, tim pengabdian masyarakat UMKLA membeberkan rahasia menjaga khasiat obat tetap optimal. Kunci utamanya terletak pada ketelitian warga dalam mengenali logo kemasan dan memisahkan tempat penyimpanan berdasarkan jenis sediaan obat.
Warga desa kini memahami bahwa obat sirup, tablet, dan salep memerlukan perlakuan yang berbeda. Langkah preventif ini sangat krusial untuk melindungi kelompok rentan dari risiko kedaluwarsa.
“Pengelolaan obat yang benar adalah kunci kesehatan keluarga, terutama lansia. Selalu kenali golongan obat lewat logo kemasan. Terapkan prinsip DAGUSIBU dirumah agar pengobatan aman, efektif, dan bermanfaat optimal,” kata pembicara workshop, Aliffah Echi Aprillasari.
Cara Membuang Obat Kadaluwarsa dengan Aman
Narasumber lain, Pynka Vepyliatama, ikut memperagakan metode merusak kemasan obat sebelum membuangnya ke tempat sampah. Langkah tegas ini bertujuan memutus rantai pemalsuan atau daur ulang obat ilegal oleh pihak tak bertanggung jawab.
Untuk sediaan cair, peserta mengencerkan sirup dengan air terlebih dahulu sebelum menuangkannya ke saluran pembuangan. Sementara itu, warga wajib menghancurkan obat tablet dan mencampurnya dengan tanah agar hancur sempurna serta tidak mencemari ekosistem air tanah.
Melalui program DAGUSIBU ini, UMKLA berkomitmen terus mendampingi warga demi mewujudkan kemandirian kesehatan desa. Tim pelaksana pun menutup kegiatan edukatif ini dengan sebuah pantun hangat dari Rahmi Nurhaini sebagai ajakan nyata bagi masyarakat untuk selalu bijak mengonsumsi obat.
Kontributor: Thomas
Editor: Alafasy



