Berita

Cara Membuat Lubang Resapan Biopori: Mahasiswa UMS Edukasi Warga Purwogondo Olah Sampah Mandiri

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Panduan praktis tentang cara membuat lubang resapan biopori kini menjadi fokus utama warga Desa Purwogondo, Kartasura. Langkah ini hadir sebagai solusi efektif untuk mengatasi masalah penumpukan sampah organik sekaligus meningkatkan resapan air rumah tangga di pemukiman padat.

Melihat urgensi lingkungan tersebut, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turun langsung menggelar edukasi interaktif. Melalui Program Penelitian dan Pengabdian Organisasi Kemahasiswaan (PPO), mereka memperagakan cara membuat lubang resapan biopori bersama masyarakat setempat pada Minggu (20/9/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar memberikan teori di atas kertas. Sebaliknya, para mahasiswa memandu warga mempraktikkan langsung tahapan pengeboran tanah hingga penimbunan limbah dapur secara benar.

Solusi Praktis Kelola Sampah dan Cegah Genangan

Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Kesehatan Masyarakat UMS, Rasyiid Abdul Aziz, menegaskan pentingnya aksi mandiri dari tingkat rumah tangga. Menurutnya, pemahaman mengenai cara membuat lubang resapan biopori dapat mengubah pola pikir warga dalam memilah sampah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan cara membuat lubang resapan biopori secara mandiri di pekarangan rumah,” ujar Rasyiid saat memberikan sambutan.

Selanjutnya, pemateri kegiatan, Yusuf Rendy, menjelaskan detail teknis pembuatannya. Ia menerangkan bahwa manfaat lubang biopori sangat besar untuk meningkatkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah sehingga potensi genangan dapat berkurang.

Selain itu, lubang vertikal ini berfungsi sebagai wadah penguraian alami bagi sisa makanan, daun kering, dan limbah dapur. Seiring berjalannya waktu, limbah organik tersebut akan berubah menjadi kompos berkualitas tinggi yang siap dipanen warga.

Tahapan Pengeboran dan Pemeliharaan Biopori

Dalam sesi praktik, warga belajar memilih lokasi tanah yang tepat dan tidak tergenang air semen cair. Kemudian, peserta menggunakan alat bor tanah manual untuk membuat lubang tegak lurus sedalam kurang lebih satu meter.

Setelah lubang terbentuk, warga memasukkan pipa PVC berpori atau langsung mengisi lubang dengan sampah dapur. Yusuf menambahkan bahwa cara membuat lubang resapan biopori yang efektif juga bergantung pada pemeliharaan berkala.

“Masyarakat perlu rutin menambahkan sampah organik baru ke dalam lubang. Setelah kompos matang, warga bisa mengambilnya untuk pupuk tanaman,” kata Yusuf menerangkan.

Hadir dalam acara ini Dosen Pendamping Rezania Asyfiradayati, S.K.M., M.P.H., serta Ketua RW Desa Purwogondo. Keterlibatan aktif warga menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan Desa Purwogondo yang bersih, sehat, dan bebas banjir secara berkelanjutan.

Kontributor: Fika
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d